Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Diskusi Dengan KAHMI Aceh Besar, Bupati: Jangan Sungkan Berikan Saran

Diskusi Dengan KAHMI Aceh Besar, Bupati: Jangan Sungkan Berikan Saran

Senin, 09 Maret 2020 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indra Wijaya

[Foto: IST/Dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Pemerintah Aceh Besar dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh Besar menggelar diskusi dengan tema "Aceh Besar Kabupaten Sang Juara" di D’energi Café, Lamsayuen, Meunasyah Manyet, Aceh Besar, Minggu (8/3/2020).

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, mengungkapkan, Pemerintahan Aceh Besar sangat memerlukan dukungan semua pihak untuk membangun Aceh Besar menuju Kabupaten yang lebih maju dan bermartabat ke depan. 

“Ada enam visi kita yang menjadi fokus untuk mencapai arah pembangunan di Aceh Besar. Tentunya masih banyak kekurangan, akan tetapi pemerintah terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” jelas Mawardi.

Dalam diskusi tersebut, Mawardi juga menjelaskan kenapa Kabupaten Aceh Besar dijuluki sebagai kabupaten sang juara. 

Ia mengungkapkan, di setiap event, Aceh Besar selalu meraih juara. Selain juara di kandang sendiri, juga juara di kandang orang. Ada 165 emas dalam PORA tahun lalu. MTQ di Pidie, Aceh Besar juga bisa menjadi sang juara di berbagai event.  

Ia berharap, kepada KAHMI Aceh Besar untuk bisa menjadi Litbang pemerintahan. Sebagai lembaga tertua di Indonesia dengan prestasi kadernya di berbagai lini, ia juga sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kagiatan tersebut.  

Ia berharap, KAHMI Aceh Besar bisa terus mengawal pemerintah Aceh Besar. Bila ada kritik, disampaikan dengan santun. Dan bila ada kesalahan diharapkan untuk menegur. 

“Jangan menunggu-nunggu kesalahan pemerintah. Masukan serta saran sangat kami perlukan dari semua pihak untuk sama-sama membangun Aceh Besar,” harap Mawardi Ali. 

Dalam kegiatan silahturrahmi sekaligus diskusi itu, hadir juga Muhibuddin Ibrahim atau yang kerap disapa dengan sebutan Ucok, Ketua komisi V DPRK, sekaligus ketua Koni Aceh Besar. 

Ucok menilai, langkah semacam ini sudah sangat tepat. Ada ruang diskusi dan silahturrahmi antara KAHMI Aceh bersama Eksekutif dan Legeslatif Aceh Besar. Bila ada sesuatu lebih bagus di diskusikan, dan bila ada keberhasilan di apresiasikan, jangan malah membully.

“Kalau kerja pemerintah bagus, di apresiasi, kalau salah di kritik jangan di-bully. Seperti ini, diskusi bersama-sama mencari solusi dan menyampaikan aspirasi seperti yang KAHMI Aceh Besar lakukan,” ungkap Muhibuddin. 

Ucok juga berharap, KAHMI Aceh Besar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan Aceh Besar sebagai Kabupaten Sang Juara. Dia juga menambahkan, ada lembaga yang terus mencurigai pemerintah dan semestinya lembaga tersebut berkontribusi untuk pembangunan Aceh Besar. 

Sementara itu, Ketua Presidium KAHMI Aceh Besar, Aliman Selian dalam diskusi dan silahturrahmi tersebut menjelaskan, KAHMI Aceh Besar akan selalu menjadi mitra pembangunan Aceh Besar.

“KAHMI Aceh Besar memiliki potensi yang beragam, misalnya, Ada Birokrat, Politisi, Pengusaha, Jurnalis serta professional di berbagai bidang. Sangat mungkin berkolaborasi untuk sama-sama memberikan yang terbaik terhadap masyarakat Aceh Besar,” ungkap Aliman Selian. (IDW)

Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda