Beranda / Berita / Aceh / Distanbun Aceh Terus Berinovasi Dengan Petani Aceh, Jaga Kualitas Produk Perkebunan

Distanbun Aceh Terus Berinovasi Dengan Petani Aceh, Jaga Kualitas Produk Perkebunan

Kamis, 20 Oktober 2022 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kabid P3BUN, Fakhrurrazi, SP., M.Sc sedang meninjau lokasi pelintingan rokok dan cerutu Aceh. [Foto: Dok. Distanbun Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menerima Kunjungan Dinas Perkebunan dan Asosiasi Petani Tembakau Provinsi Jawa Timur, Kamis, 13 Oktober 2022 lalu. 

Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP. Melalui Kepala Bidang Perbenihan, Produksi dan Perlindungan Perkebunan Distanbun Aceh Fakhrurrazi SP,. M.Sc. mengatakan, kerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur sejauh ini masih sangat bagus dalam hal perdagangan, baik itu di sektor pangan maupun perkebunan.  

"Dalam waktu dekat tepatnya tanggal 25 Oktober 2022 di Banda Aceh, kedua belah pihak juga akan melakukan Program Kerjasama Fasilitasi Peningkatan dan Pengembangan Sumber Daya Perkebunan dengan ruang lingkup kerja sama antara lain Sinergitas pelaku usaha perkebunan; Peningkatan Sumber Daya Manusia di bidang perkebunan; dan Informasi Pasar dan Promosi Komoditi Unggulan Perkebunan termasuk pembahasan lebih lanjut mengenai perdagangan tembakau dan rokok lokal Aceh dengan Jawa Timur," kata Fakhrurrazi Kepada Dialeksis.com, Kamis (20/10/2022).  

Cerutu dan Rokok Lokal Aceh yang siap menjadi produk andalan perkebunan Aceh. [Foto: Dok. Distanbun Aceh]

Lanjutnya, Fakhrurrazi menambahkan saat ini, Distanbun Aceh sedang melakukan kajian dan survei terlebih dahulu mengenai produk perkebunan apa saja yang akan dijual ke luar daerah. 

Menurut Fakhrurrazi, Distanbun Aceh akan terus berinovasi dengan petani lokal Aceh untuk menjaga kualitas produk perkebunan.  

"Seperti tembakau kita, sampelnya sudah kita berikan kepada perwakilan dari Provinsi Jawa Timur untuk diteliti dan pelajari mereka, seperti cerutu, rokok dan tembakau dari Tanah Gayo (Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues), tembakau Pidie dan Aceh Besar untuk dikaji," ujarnya.  

Kemudian, tambahnya, jika nanti sampel yang Distanbun berikan sesuai dengan pasar di Jawa Timur, maka akan ada transaksi lebih lanjut dalam hal komoditi perkebunan. 

"Kemungkinan kita akan jual kepada mereka hasil perkebunan Aceh untuk didagangkan di sana, begitu juga mereka akan menjual ke kita hasil Perkebunan Jawa Timur untuk didagangkan di Aceh. Mereka mengakui bahwa rokok Aceh memiliki nilai positif dari ciri khasnya sendiri," pungkasnya. [ADV]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda