Beranda / Berita / Aceh / dr. Fiona: Diet itu Bukan Berarti Tidak Makan Sama Sekali

dr. Fiona: Diet itu Bukan Berarti Tidak Makan Sama Sekali

Jum`at, 25 Maret 2022 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Auliana Rizky

Spesialis Gizi Klinis, dr. Fiona Desi Amelia. [Foto: Dialeksis/au]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Spesialis Gizi Klinis, dr. Fiona Desi Amelia mengatakan, diet yang bagus itu bukan berarti tidak makan sama sekali.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Kelas Inspirasi dan Motivasi "Peran Gizi dan Penerapan Pola Hidup Sehat Bahagia dalam Meraih Berat Badan Ideal Menyambut Ramadan di Masa Pandemi" di Aula SMP N 6 Banda Aceh, Jumat (25/3/22).

dr. Fiona menyampaikan, suatu kondisi medis atau penyakit yang ditandai dengan adanya akumulasi kelebihan lemak tubuh yang berdampak negatif pada kesehatan. 

Obesitas itu penyakit bukan suatu keadaan. Ada yg perut, pinggul, paha, dan lengan saja yang buncit, namanya obesitas sentral.

Katanya, pola hidup sehat dengan berat badan ideal diimpikan oleh semua orang. Namun bukan berarti tidak makan sama sekali. 

"Diet tetap diet namun mengurangi porsi makanan yang memicu lemak atau kolestrol yang berlebihan," ucapnya dalam diskusi tersebut.

Ada tiga hal yang paling penting dalam menurunkan berat badan yaitu konsisten, sabar, dan jujur. Tidak perlu menekankan diri sendiri namun dilakukan secara rutin sehingga berjalan normal dan konsisten.

"Contohnya bulan ini kita tidak boleh makan gorengan, tapi kita masih bisa makan makanan lain yang digoreng juga, ikan goreng, nasi goreng, dan sejenisnya," jelasnya lagi.

dr. Fiona juga menyebut, banyak orang yang dietnya keliru, mengurangi makanan secara berlebihan bahkan menganggap makanan pokok yaitu nasi dapat menaikkan berat badan.

Nasi itu tidak menaikkan berat badan secara drastis tapi yang bisa memicu hal tersebut akibat proses dari nasi tersebut, ada pengolahan seperti nasi gurih dan nasi lemak.

Sama halnya juga dengan minum air dingin yang katanya dapat menaikan berat badan. Kalau air dinginnya air putih tidak masalah tetapi jika airnya sudah ada pengolahan seperti sirup, teh manis, susu, dan sejenisnya otomatis kandungan di dalamnya semakin banyak.

Oleh karena itu, jangan sampai salah dalam pola makan karena bisa menyebabkan hal negatif yang tidak dapat diduga nantinya.

Pada bulan ramadan nanti juga sama, diet sehat saja jangan sampai tidak makan sama sekali. Porsinya diukur supaya balance. "Yang saya harapkan pastinya kita semua memiliki tubuh yang ideal, tidak terkena penyakit baik obisitas dan sejenisnya," pungkasnya. [au]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda