Sabtu, 22 Agustus 2026
Beranda / Berita / Aceh / Festival Budaya Cot Ba’u 2026 Digelar, Wali Kota Sabang Soroti Potensi Wisata dan Ekonomi

Festival Budaya Cot Ba’u 2026 Digelar, Wali Kota Sabang Soroti Potensi Wisata dan Ekonomi

Sabtu, 22 Agustus 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mendorong kawasan Benteng Batera A Mateo di Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Sabang. [Foto: Prokopim Sabang]


DIALEKSIS.COM | Sabang - Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u Tahun 2026 tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan tradisi masyarakat, tetapi juga momentum untuk mengembangkan potensi wisata serta ekonomi warga.

Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mendorong kawasan Benteng Batera A Mateo di Gampong Cot Ba’u, Kecamatan Sukajaya, dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Sabang.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli saat membuka Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u di kawasan Benteng Batera A Mateo, Sabtu (22/8/2026).

Festival tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang.

Zulkifli mengapresiasi Pemerintah Gampong Cot Ba’u yang dinilai aktif menjaga dan memperkenalkan budaya lokal.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Keuchik Gampong Cot Ba’u yang luar biasa sekali perhatiannya dalam melestarikan budaya. Apalagi pada hari ini kita melihat bahwa selain mempromosikan budaya, juga mempromosikan situs yang ada di Gampong Cot Ba’u," ujar Zulkifli.

Menurutnya, kawasan Benteng Batera A Mateo memiliki panorama alam yang sangat potensial menjadi daya tarik wisata.

Ia menyebut keindahan kawasan tersebut perlu dijaga sekaligus dipromosikan secara lebih luas agar semakin dikenal masyarakat.

"Ini pemandangan yang luar biasa sekali. Potensi alam seperti ini harus kita jaga dan kita promosikan lebih luas, sehingga semakin banyak orang yang tahu bahwa Gampong Cot Ba’u memiliki keindahan alam yang luar biasa," katanya.

Zulkifli juga mendorong pengembangan potensi wisata dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat. Menurutnya, kemajuan sektor pariwisata harus mampu membuka peluang ekonomi bagi warga.

Ia menilai pengembangan destinasi juga perlu didukung pelaku transportasi dan jasa perjalanan dengan mengutamakan pelayanan serta kepuasan wisatawan.

Dengan pengalaman berwisata yang baik, wisatawan diharapkan turut membantu mempromosikan destinasi melalui cerita maupun rekomendasi kepada orang lain.

Akses Jalan ke Benteng Batera A Mateo

Selain promosi wisata, Pemko Sabang juga memberikan perhatian terhadap akses menuju kawasan Benteng Batera A Mateo.

Zulkifli menyampaikan rencana pembangunan jalan menuju lokasi tersebut telah mendapat dukungan dari Ketua dan Wakil Ketua DPRK Sabang.

"Alhamdulillah sekali, Ibu Ketua DPRK dan Pak Wakil Ketua setuju untuk dibangun jalan menuju ke lokasi ini. Namun karena ini merupakan tanah TNI Angkatan Laut, maka kita harus memohon izin kepada Danlanal dan jajaran TNI Angkatan Laut," jelasnya.

Ia berharap izin tersebut dapat diperoleh sehingga pembangunan akses menuju kawasan dapat direalisasikan dengan dukungan berbagai pihak.

Menurut Zulkifli, akses yang lebih baik akan memudahkan masyarakat dan wisatawan berkunjung sekaligus memperkuat upaya promosi potensi wisata Gampong Cot Ba’u.

Meski demikian, ia mengingatkan pembangunan dan pengembangan kawasan harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Keindahan alam merupakan aset utama yang harus kita jaga," ujarnya.

Zulkifli berharap Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus potensi wisata daerah.

"Saya berharap festival ini bisa menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya dan potensi wisata Cot Ba’u, yang tentunya juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Digelar Dua Hari, Hadirkan Budaya dan Permainan Tradisional

Festival Budaya Lokal Gampong Cot Ba’u 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 22-23 Agustus 2026.

Beragam kegiatan digelar untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan antara lain kenduri bubur kolak, seremoni pembukaan dan penutupan, merangkai sirih, perias inai, memasak apam Aceh, serta penampilan Hadrah Al-Muhajirin dan Marhaban Az-Zahra.

Festival juga dimeriahkan berbagai lomba dan permainan tradisional yang melibatkan masyarakat.

Di antaranya lomba konten Reels Instagram, lomba to’et apam, mewarnai ragam budaya, geulayang tunang, serta sejumlah permainan tradisional lainnya.

Melalui festival tersebut, Gampong Cot Ba’u diharapkan tidak hanya semakin dikenal karena kekayaan budayanya, tetapi juga mampu mengembangkan potensi wisata dan ekonomi masyarakat dengan tetap mempertahankan keasrian alam. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

Berita Terkait
    riset-JSI
    pema - damai
    dishub