DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk segera memakai masker saat kualitas udara memburuk dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut untuk mengurangi paparan partikel halus PM2,5 yang dapat masuk hingga ke bagian dalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk ISPA. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita asma dan penyakit paru diminta lebih waspada.
“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita,” kata Budi, Jumat (21/8/2026).
Kemenkes juga mendorong masyarakat memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi resmi sebelum beraktivitas di luar rumah.
Data Kemenkes hingga 21 Agustus mencatat karhutla telah meluas ke 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sekitar 3 juta warga di 37 kabupaten/kota disebut terdampak langsung kabut asap.
Masyarakat yang mengalami batuk menetap, sesak napas, nyeri dada, atau iritasi mata berat diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit. [*]

