Beranda / Berita / Aceh / Hari Anak Nasional, LBH APIK Sebut Kekerasan Seksual Masih Jadi Trend di Aceh

Hari Anak Nasional, LBH APIK Sebut Kekerasan Seksual Masih Jadi Trend di Aceh

Sabtu, 23 Juli 2022 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Auliana Rizky

Gambar ilustrasi. [Foto: Detik]

DIALEKSIS. COM | Banda Aceh - Memperingati momentum Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2022, Direktur Lembaga Badan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Aceh, Rostina Rasyid mengharapkan perhatian khusus dari Pemerintah Aceh dan masyarakat. 

Tanggapan tersebut dikutip Dialeksis.com pada kanal Youtube Rri Lhokseumawe Official “Peingati Hari Anak Nasional 2022” pada Sabtu, (23/7/2022).

Ia mengatakan, pemenuhan hak anak dari pemerintah Aceh harus dikedepankan lagi. Berdasarkan catatan dari APIK sendiri, kasus kekerasan seksual setiap tahunnya capai 40 persen, yang didominasi kekerasan seksual dan kekerasan fisik oleh orang terdekat korban.

Kasus kekerasan seksual ini masih menjadi trend di Aceh, kasusnya malah meningkat setiap tahunnya baik secara personal maupun di lingkungan pendidikan. Ia berharap agar stakeholder dan masyarakat lebih memperhatikan hal ini.

“Anak-anak yang seharusnya mencari ketenangan bersama orang terdekatnya malah orang terdekat yang berbuat semena-mna dengannya,” ucapnya dalam diskusi tersebut.

Lanjutnya, lewat pemerintah daerah kabupaten/kota se-nasional, diadakan program kota layak huni. Mungkin ini adalah salah satu upaya sebagai pemenuhan hak-hak anak yang didukung oleh berbagai sarana dan prasarana oleh kebijakan yang baik.

Misalnya, jelas dia, jika di lingkungan pendidikan ada sekolah ramah anak atau lainnya. Sehingga jika hal senonoh tidak terjadi, maka anak akan merasa aman. Kemudian institusi punya tanggung jawab apa sehingga anak-anak itu terbebas dari tindakan kekerasan seksual.

“Banyak pihak yang harus mendukung, bukan dari keluarganya saja tapi dari lingkungan juga tidak kalah penting karena anak juga bermain di luar rumah,” pungkasnya.(Auliana)


Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda