Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Jelang Akreditasi Unggul, Alumni Ilkom UTU Buktikan Taji di UGM

Jelang Akreditasi Unggul, Alumni Ilkom UTU Buktikan Taji di UGM

Senin, 02 Februari 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Johan, S.I.Kom., M.I.Kom., putra asli Pasie Jambu Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat sekaligus alumni angkatan 2017, sukses mempertahankan tesis magisternya dalam ujian terbuka selama satu jam di Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis, 29 Januari 2026. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - "Di sela gemuruh ombak pantai Barat Aceh dan rimbunnya hutan Damaran Baru, seorang anak petani dari Pasie Jambu bernama Johan membuktikan bahwa kejujuran adalah kompas terbaik menuju puncak ilmu. Bermula dari Kantin Kejujuran di FISIP UTU, kini ia resmi menyandang gelar Magister dari Universitas Gadjah Mada..."

Kabar membanggakan kembali menyelimuti keluarga besar Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Teuku Umar (UTU). Johan, S.I.Kom., M.I.Kom., putra asli Pasie Jambu Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat sekaligus alumni angkatan 2017, sukses mempertahankan tesis magisternya dalam ujian terbuka selama satu jam di Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Fiyandi Mauliansyah, M.A., didampingi Sekretaris Prodi, Al-Zuhry, S.Sos.I., M.Lit, menegaskan bahwa ini adalah capaian strategis. "Ini kado terbaik jelang reakreditasi menuju Unggul pada Februari ini. Tracer study kami mencatat dua alumni terbaik angkatan 2017 telah meraih gelar Magister di UGM dalam dua tahun terakhir, yakni Farina Islami dan sekarang Johan," ujar Fiyandi.

Aktif di Jantung Diskusi Magister UGM Tak hanya fokus pada buku, di UGM Johan dipercaya menjadi pengurus teras Diskoma (Diskusi Komunikasi Magister), sebuah organisasi di bawah naungan Prodi Magister Ilmu Komunikasi UGM. Melalui wadah ini, Johan terlibat aktif mengelola diskusi-diskusi krusial bersama para pakar komunikasi nasional untuk membedah isu kontemporer.

"Di UGM, saya berupaya menjaga ritme diskusi yang dulu sering kami lakukan di UTU. Melalui Diskoma, kami membedah isu-isu komunikasi terkini bersama para ahli," ungkap Johan via seluler usai menuntaskan ujiannya yang berlangsung khidmat selama satu jam tersebut.

Saksi Perjalanan: Dari Integritas ke Intelektualitas Dosen senior FISIP UTU, Said Fadhlain, S.IP., M.A., yang dianggap Johan sebagai orang tua asuh akademiknya, mengaku tidak terkejut dengan keaktifan Johan di UGM.

"Johan sudah menunjukkan militansi sejak di UTU. Ia adalah inisiator Kantin Kejujuran tahun 2017-2018 yang fenomenal. Ia juga motor penggerak kuliah lapangan mahasiswa Prodi Ilkom UTU di Kodam Iskandar Muda serta diskusi kepemimpinan perempuan bersama Prof. Eka Srimulyani, MA, serta kajian Ekonomi Politik Media bersama Doktor Taufiq Abdul Rahim, SE., M. Si, Ph. D.," kenang dosen yang akrab di panggil bang Said.

Di bawah bimbingan pakar senior Prof. Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S., tim penguji, Dr. Widodo Agus Setianto dan Dr. Muhamad Sulhan, Johan lulus dengan penelitian tentang komunikasi lingkungan kelompok ranger perempuan Mpu Uteun di Aceh. 

Keberhasilan Johan dan Farina di UGM menjadi bukti empiris bahwa kurikulum dan pembinaan di Prodi Ilmu Komunikasi UTU mampu mencetak lulusan yang kompetitif di level nasional. [*]


Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI