Senin, 29 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Jembatan Rusak, Warga Reje Payung Bangun Sendiri Akses Desa Berbekal Donasi Rp25 Juta

Jembatan Rusak, Warga Reje Payung Bangun Sendiri Akses Desa Berbekal Donasi Rp25 Juta

Minggu, 28 Juni 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Warga Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, bergotong royong membangun kembali jembatan apung menggunakan dana donasi sekitar Rp25 juta. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses penghubung warga setelah rusak akibat bencana hidrometeorologi. Dokumen untuk Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh Tengah - Warga Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kembali membangun jembatan apung setelah hampir sepekan terisolasi akibat putusnya akses penyeberangan.

Jembatan tersebut dibangun menggunakan dana donasi sekitar Rp25 juta dari para dermawan. Akses ini menjadi satu-satunya penghubung bagi warga menuju kampung mereka.

Reje Kampung Reje Payung, Sejahtra, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada orang-orang baik yang telah mendonasikan rezekinya untuk pembangunan jembatan kami. Tanpa bantuan ini, masyarakat akan semakin lama mengalami kesulitan," kata Sejahtra kepada Dialeksis.com, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan, jembatan yang dibangun saat ini merupakan jembatan apung kedua. Jembatan pertama dibangun relawan pascabencana hidrometeorologi, namun rusak total setelah digunakan sekitar delapan bulan.

"Alhamdulillah, berkat donasi kami bisa membangun kembali jembatan apung ini," ujarnya.

Menurut Sejahtra, hingga kini Reje Payung belum memiliki jembatan permanen. Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk beraktivitas.

"Jembatan ini adalah denyut nadi masyarakat. Tanpa jembatan kami tidak bisa melakukan apa pun karena kampung berada di seberang sungai," jelasnya.

Ia menambahkan, Reje Payung merupakan salah satu desa yang terdampak paling parah akibat bencana hidrometeorologi. Selain merusak rumah warga, bencana juga menghancurkan sawah, kebun, dan infrastruktur.

Karena itu, Sejahtra berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

"Kami berharap pemerintah benar-benar serius menangani bencana ini. Warga sangat membutuhkan jembatan permanen agar bisa kembali bangkit," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
dishes