DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Warga mengeluhkan kondisi kabel listrik yang diduga milik PT PLN di kawasan Jalan Lingkar Kampus Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, tepatnya di Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Kabel tersebut terlihat kendur, semrawut, dan sebagian menggantung rendah tanpa penyangga tiang listrik yang memadai.
Pantauan di lokasi pada Selasa, 19 Mei 2026, kabel listrik tampak melintang rendah di antara tiang-tiang listrik dan sebagian diikat pada pohon pinang yang sudah mati serta nyaris roboh.
Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan warga dan pengguna jalan yang melintas setiap hari di kawasan pendidikan tersebut.
Warga menilai kabel yang menjuntai hampir menyentuh tanah itu berpotensi memicu insiden serius, mulai dari percikan api, korsleting listrik hingga kebakaran, terlebih di sekitar lokasi terdapat rumah warga dengan konstruksi kayu dan semi permanen.
Salah seorang warga sekitar, Zahran, mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada pihak PLN sejak tahun 2021. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada tindakan perbaikan yang dilakukan.
“Saya sudah lama bilang kepada pihak PLN, sudah dari tahun 2021 saya sampaikan, tapi sampai sekarang tidak ada perbaikan. Orang PLN bilang kalau mau diperbaiki harus diperbaiki semuanya, susah katanya,” ujar Zahran kepada wartawan media dialeksis.com, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa kabel tersebut beberapa kali sempat mengeluarkan percikan listrik. Kondisi itu membuat warga semakin khawatir karena kabel kini hanya dikaitkan pada pohon pinang mati.
“Sudah beberapa kali ada percikan di kabel itu. Sekarang malah dililit ke pohon pinang yang sudah mati. Ini sangat membahayakan. Di sekitar sini juga ada rumah kayu dan semi permanen. Apa harus tunggu kebakaran atau korsleting besar dulu baru diperbaiki?” katanya dengan nada kecewa.
Menurut Zahran, sikap lamban PLN dalam menangani persoalan tersebut sangat disayangkan. Ia menilai masyarakat selama ini tetap disiplin membayar tagihan listrik, namun keluhan terkait keselamatan warga justru tidak segera ditindaklanjuti.
“Kami selalu bayar tagihan listrik. Kenapa cara kerjanya seperti ini? Ini sangat memalukan,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Riski, warga lainnya yang ditemui di kawasan tersebut. Ia mengatakan kabel listrik yang terlalu kendur dan menggantung rendah tidak bisa dianggap sepele karena dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.
“Kabel PLN yang longgar bisa berbahaya kalau tidak ditangani dengan benar. Kalau kabel tegangan tinggi di luar rumah memang ada kelonggaran untuk antisipasi cuaca, tapi kalau sudah hampir menyentuh tanah atau jalan, itu harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan Jalan Lingkar Kampus UIN Ar-Raniry setiap hari ramai dilalui mahasiswa, pejalan kaki, dan kendaraan bermotor. Karena itu, ia meminta PLN segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Jangan sampai nanti ada pengendara yang tersangkut kabel karena posisinya terlalu rendah. Pencegahan selalu lebih baik daripada penyesalan,” katanya.
Warga berharap pihak PLN segera merespons keluhan tersebut sebelum terjadi insiden yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat di kawasan Gampong Rukoh dan sekitarnya.