Beranda / Berita / Aceh / Ketersediaan Obat Aceh Dipastikan Aman Menjelang Akhir Tahun

Ketersediaan Obat Aceh Dipastikan Aman Menjelang Akhir Tahun

Senin, 29 November 2021 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Fatur

Kepala BBPOM Aceh, Drs. Abdul Rahim, Apt.,M.Si. [Foto: Ist]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang akhir tahun tentu diwaspadai akan adanya lonjakan kasus Covid-19. Jika memang adanya terjadi lonjakan kasus untuk ketersediaan obat-obat konsumsi masyarakat ataupun obat Covid-19, Vaksin harus dipastikan aman, terjaga kualitasnya dan mutunya, agar saat pendistribusian dan konsumsi masyarakat terjaga kualitasnya.

Dalam hal ini Dialeksis.com, Senin (29/11/2021) menghubungi Kepala BBPOM Aceh, Drs. Abdul Rahim, Apt.,M.Si terkait ketersediaan obat-obatan. Dirinya mengatakan tentunya disini kami terus mengawasi terutama terkait dengan keamanan, mutu dan hasil dari mutu hasil vaksin atau obat-obatan itu sendiri.

"Tentu juga kita disini sangat menjaganya, vaksin itu itukan ada perlakuan khusus, dari penyimpanannya, itu sudah kami lakukan," ucapnya kepada dialeksis.com senin (29/11/2021).

Dirinya mengatakan, untuk ketersediaan obat-obatan sampai hari ini masih belum ada laporan kekurangan sama sekali. "Semuanya masih terkendali," sebutnya.

Namun dalam hal ini, kata rahim, tentu yang patut kita curigai adalah suplemen-suplemen yang diklaim sebagai obat covid-19. Sesuai dengan tupoksinya, rahim menjelaskan, kita mengawasi terkait dengan pasokan-pasokan obat-obatan.

"Terkait obat covid-19 itu kita wajibkan untuk melaporkan keberadaannya, dan alhamdulillah sampai sekarang belum ada kekurangan sama sekali," ujarnya.

Sampai saat ini, Abdul mengatakan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. "Dan alhamdulillah sampai hari ini belum ada indikasi kekurangan, dan ini sudah lebih bagus dari sebelum penangannya," tambahnya.

Cuman kata Abdul, diharapkan untuk obat-obat yang dikonsumsi masyarakat agar membelinya di sarana atau layanan farmasi resmi, seperti di apotik ataupun dirumah sakit.

"Dan jika dibeli untuk pencegahan, agar membeli obatnya itu yang sudah ada izin edarnya dari BPOM," tambahnya.

Abdul mengatakan, tentu disini kita juga akan terus mengawal ketersediaan dan mengawasi obat-obatan jika terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

"Kalau ketersediaan obat itu dari pabrik farmasi dan Kementerian kesehatan, cuma disini kami mengawal, jikapun terjadi lonjakan kasus, kita pastikan dan kita kawal, agar ketersediaan obat itu aman," sebutnya.

Abdul menambahkan, pengawalan dan pengawasan akan dilakukan dimulai dari pabriknya dan merka hanya boleh memproduksi yang sudah punya GMP nya.

"Kemudian juga dalam proses distribusinya, kami mengaudit sarana-sarana distribusinya yang namanya pedagang besar farmasi. Tentunya kita juga disini akan bekerjasama dengan lintas sektor lainnya, seperti BEA CUKAI, jangan sampai ada produk-produk obat yang masuk tak memiliki izin dari bpom," ujarnya.

Abdul menyampaikan, disini kita terus berdoa, berusaha, bertekad dan semoga Covid-19 ini segera selesai. [ftr]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda