Beranda / Berita / Aceh / Keuchik Se-Peusangan Terkesan Dikelabui BKAD, Ikut Bimtek Satlinmas Bayar Rp4,5 Juta/Gampong

Keuchik Se-Peusangan Terkesan Dikelabui BKAD, Ikut Bimtek Satlinmas Bayar Rp4,5 Juta/Gampong

Senin, 07 Agustus 2023 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Fajri Bugak

Pembukaan Acara Bimtek Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) Gampong berbayar menggunakan dana desa sebesar Rp 4,5 juta/Gampong. 


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Keuchik (Kepala Desa) se-Kecamatan Peusangan terkesan kembali dikelabui oleh Ketua Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) yang dikendalikan oleh Keuchik Subarni untuk ikut Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) Gampong berbayar menggunakan dana desa sebesar Rp4,5 juta/Gampong.

Total Gampong di Kecamatan Peusangan sebanyak 69 Gampong. Ratusan juta uang berhasil terkumpul dari acara Bimtek tersebut. 

Kepada Dialeksis.com, Senin (7/8/2023), sejumlah keuchik di Kecamatan Peusangan menyebutkan, bagi peserta yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) diharuskan membayar sebanyak Rp4,5 juta kepada BKAD Peusangan yang diketuai oleh Keuchik Subarni. 

"Uangnya sudah diambil melalui bendahara gampong," kata salah seorang keuchik.

Disebutkan keuchik tersebut, acara Bimtek Satlinmas saat ini sedang berlangsung. Acara yang dipusatkan di Lapangan Blang Asan dibuka langsung oleh Camat Peusangan Ibrahim S.Sos didampingi Kadis DMPGPKB Bireuen Ir Mukhtar Abda dan jajaran Muspika Peusangan. 

"Sebenarnya ini bukan sebuah kegiatan yang mendesak. Dalam rapat juga tidak disebutkan biaya segini. Eh ini tiba-tiba sudah muncul angka 4,5 juta rupiah. Terkesan seperti Bisnis BKAD," ujar keuchik tersebut lagi.

Ketua BKAD Kecamatan Peusangan, Keuchik Subarni saat dikonfirmasi Dialeksis.com menjelaskan Peningkatan Kapasitas Tenaga Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) Se-Kecamatan Peusangan dibagi 3 Gelombang. 

"Untuk satu gelombang berlangsung dua hari diikuti oleh 23 Gampong. Karena dibagi 3 gelombang total hari yang terpakai untuk 3 gelombang selama 6 hari," jelas Keuchik Subarni.

Subarni juga membenarkan bahwa biaya kontribusi untuk kegiatan tersebut sebanyak Rp4,5 juta/gampong. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut Keuchik Gampong beserta petugas Linmas Gampong 2 orang. 

"Peserta diberikan tas, baju dan uang saku selama dua hari sebanyak Rp 400 ribu," sebut Subarni. 

Ia juga menjelaskan Petugas Linmas ini bukan untuk Pemilu, melainkan hanya Linmas dalam desa. 

"Diberikan Teori dan Latihan langsung menghadirkan Nara sumber dari Muspika," jelasnya seraya menyebutkan diikuti oleh seluruh desa se-Kecamatan Peusangan.

Rasionalkah biaya acara tersebut hanya 2 hari ? Keuchik Subarni mengatakan biaya tersebut sudah rasional. Apalagi baju beserta kelengkapan lainnya dibeli oleh BKAD. [FAJ]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda