DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Masjid Oman Al-Makmur Lampriet berkolaborasi dengan Rumoh Pangan Aceh (RPA) menggelar kegiatan bertajuk Subuh Berbagi Cabai Petani Aceh pada Ahad (28/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata membantu petani di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang terdampak bencana banjir dan longsor, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kepedulian sosial dan ekonomi umat.
Program yang mengusung konsep Community Supported Agriculture (CSA) ini membagikan cabai merah secara gratis kepada jamaah yang menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Oman Al-Makmur, Gampong Bandar Baru, Banda Aceh. Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dan juga melayani penjualan cabai serta tomat segar bagi masyarakat umum.
Pendiri dan Direktur Eksekutif Rumoh Pangan Aceh, Rivan Rinaldi, menjelaskan bahwa inisiatif membantu petani telah dijalankan sejak tahun 2024. Gagasan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi petani yang kerap dirugikan akibat rendahnya harga jual hasil panen di tingkat lapangan.
“Kami melihat realitas bahwa petani sering berada di posisi paling lemah dalam rantai distribusi. Harga jual komoditas mereka rendah, sementara biaya produksi terus meningkat. Karena itu, Rumoh Pangan Aceh hadir dengan membeli hasil panen sesuai harga pasar, bahkan dalam kondisi tertentu kami berikan harga lebih tinggi agar petani tetap semangat dan kesejahteraan mereka bisa terbantu,” ujar Rivan saat di wawancara Dialeksis di tempat kegiatan, Minggu 28/12/2025.
Ia menambahkan, komoditas yang dibantu RPA sangat bergantung pada musim dan hasil panen petani. Saat ini, fokus utama masih pada hasil pertanian dari wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah, dua daerah sentra hortikultura yang belakangan juga dilanda bencana alam.
“Upaya ini sekaligus menjadi langkah memutus mata rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani. Melalui kemitraan dengan masjid, kami mencoba menghadirkan jalur distribusi yang lebih adil dan bermartabat,” kata Rivan.
Menurutnya, kolaborasi dengan Masjid Oman Al-Makmur menjadi solusi konkret di tengah kebingungan petani pascabencana, ketika akses pasar terganggu dan hasil panen sulit diserap. Masjid dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki kekuatan sosial, kepercayaan jamaah, serta nilai keberkahan yang sejalan dengan semangat berbagi.
Seluruh cabai dan tomat yang didistribusikan pada kegiatan ini dibeli langsung dari petani terdampak banjir di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di lokasi kegiatan, cabai merah dijual dengan harga Rp35.000 per kilogram, sementara tomat segar Rp10.000 per kilogram, sebagai bentuk dukungan langsung masyarakat terhadap petani.
Sementara itu, Sekretaris Masjid Oman Al-Makmur, Ir. Rama Satria, ST, M.Eng, IPU, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga harus hadir menjawab persoalan sosial dan ekonomi umat.
“Masjid sejatinya adalah pusat peradaban. Melalui kegiatan seperti Subuh Berbagi Cabai ini, kami ingin menunjukkan bahwa ibadah dapat berjalan seiring dengan aksi sosial dan keberpihakan kepada petani. Ini adalah bentuk solidaritas yang bernilai ibadah,” ujar Rama.
Ia berharap kolaborasi antara masjid dan komunitas seperti Rumoh Pangan Aceh dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Aceh untuk mengambil peran lebih luas dalam membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan terdampak bencana.
Penyelenggara juga mengajak masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya untuk terus mendukung produk pangan lokal sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan. Informasi lanjutan terkait kegiatan dapat diikuti melalui akun media sosial @rumohpanganaceh, @rumohtempenusa, dan @geupeubut.
“Satu belanja, banyak keberkahan,” demikian pesan penutup kegiatan ini sebuah ajakan agar keberpihakan pada petani dan solidaritas sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan beragama.