DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana. Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kebencanaan, UTU menyalurkan bantuan kebutuhan dasar sekaligus melakukan pendampingan psikososial pascabanjir di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (26/12/2025).
Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan di tiga gampong, yakni Lawet, Canggei, dan Keutambang. Fokus utama kegiatan adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta pendampingan psikososial, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, sebagai bagian dari upaya pemulihan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga sosial dan psikologis.
Tim PKM Kebencanaan UTU dipimpin oleh Rita Fazlina, bersama anggota tim Aduwina Pakeh, Desi Marlizar, Azwar, serta Aydil selaku staf Humas UTU. Kegiatan ini turut melibatkan 10 mahasiswa dari UKM PK dan UKM KSR-PMI Universitas Teuku Umar. Secara keseluruhan, tim menyalurkan paket hygiene kit dan peralatan dapur kepada 261 kepala keluarga yang tersebar di tiga gampong tersebut.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian dan keuchik setempat sebagai bentuk penguatan koordinasi antara tim pengabdian dan masyarakat. Penyaluran hygiene kit dilakukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan kebersihan dasar warga di masa pemulihan pascabanjir, mengingat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih dan keterbatasan akses berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Dalam proses penyaluran, tim memastikan bantuan tersalurkan secara tertib dan tepat sasaran. Masyarakat juga diberikan penjelasan singkat mengenai isi serta pemanfaatan paket bantuan agar dapat digunakan secara efektif sesuai kebutuhan.
Selain bantuan material, tim pengabdian juga melakukan pendampingan psikososial melalui interaksi yang hangat, terbuka, dan terarah. Para lansia diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, kondisi, serta kekhawatiran yang mereka alami selama dan setelah bencana banjir.
Pendekatan ini dinilai penting untuk membantu masyarakat mengekspresikan perasaan, membangun kembali rasa aman, serta memperkuat dukungan sosial di tingkat komunitas. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UTU berupaya meringankan beban psikologis yang masih dirasakan masyarakat pascabencana.
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas gerak cepat sivitas akademika UTU dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
“UTU secara proaktif sejak minggu pertama pascabencana telah menerjunkan banyak tim dosen dan mahasiswa ke berbagai daerah, terutama di wilayah Barat Selatan Aceh seperti Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam,” ujar Prof. Ishak Hasan.
Ia menambahkan, hingga 27 Desember 2025, Tim PKM Kebencanaan UTU masih aktif di lapangan. Selain wilayah Barat Selatan, tim UTU juga diterjunkan ke kawasan Tengah Aceh seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, hingga Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah dengan dampak banjir bandang terparah.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak semata bersifat material, tetapi juga merupakan wujud empati dan kepedulian sivitas akademika UTU terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Kami berharap bantuan hygiene kit dan peralatan dapur ini dapat meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana. Kehadiran relawan UTU di lapangan semoga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya di Aceh Barat. Mudah-mudahan ikhtiar ini diridhai Allah SWT,” pungkasnya.
Sementara itu, Mariani, warga Gampong Keutambang, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan UTU. “Bantuan perlengkapan dapur seperti ember, gayung, piring, sendok, dan garpu ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.