Beranda / Berita / Aceh / Momentum PKA, Pemerintah Aceh Bakal Gelar Seminar Internasional Bertema Jalur Rempah

Momentum PKA, Pemerintah Aceh Bakal Gelar Seminar Internasional Bertema Jalur Rempah

Selasa, 05 September 2023 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: instagram.com/pkaceh.official


DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah Aceh bekerja sama Direktorat Pelestarian dan Pemanfaatan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Kemendikibud, UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh akan menggelar seminar internasional terkait jalur rempah.

Seminar tersebut akan mengangkat tema “Spice: Historical Background and Future Economic Opportunities”. Seminar ini direncanakan akan digelar pada 5-6 November mendatang sebagai bagian dari event Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang akan diselenggarakan pada 4-12 November 2023.

Seminar internasional ini berlangsung dua hari dengan mengundang keynote speaker dan narasumber internasional, nasional, dan lokal. Pada hari pertama seremonial pembukaan dan sesi paparan oleh tiga keynote speaker dari kemendikbud, digelar Ball Room Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.

Sementara pada hari kedua seminar dibagi dalam dua sub-tema yaitu “Jejak Sejarah Jalur Rempah” dengan venue di auditorium gedung Ali Hasyimi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan sub-tema “Peluang Masa Depan Ekonomi Rempah” dengan venue di Auditorium gedung Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Kedua seminar ini akan diselenggarakan secara paralel pada hari yang bersamaan.

Dipilihnya tema rempah dalam seminar kebudayaan PKA ke-8 tahun 2023 ini adalah sebagai bentuk respon Pemerintah Aceh dalam menyahuti dan menyukseskan program strategis Jalur Rempah Nusantara pemerintah pusat yang mana diusung oleh beberapa kementerian seperti Kemendikbud, Kemenparekraf, Kementan, dan Kemenko Marves.

Dalam seminar internasional PKA ke-8 ini tema rempah akan dibahan dalam tiga dimensi waktu, masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Dalam tiga dimenasi waktu ini, para pakar dan ahli yang menjadi narasumber akan membahas materi lima pilar jalur rempah yaitu historia (Sejarah), wastra (fashion), ramuan dan obat-obatan, karya seni-budaya, gastronomiu (kuliner).

Terbuka untuk umum, panitia akan mengundang berbagai pihak para pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati rempah mulai dari kementerian terkait, perwakilan UNESCO Indonesia, beberapa perwakilan pemerintah provinsi yang masuk dalam daftar titik rekonstruksi jalur rempah nusantara, perwakilan pemerintah kabupaten/kota di Aceh, akademisi, peneliti, pemerhati sejarah, lembaga riset, asososiasi bisnis, serta pelaku UMKM

Seminar internasional ini adalah momentum penting mengadvokasi misi pemerintah melalui kemendikbud yang menargetkan usulan “Jalur Rempah Nusantara” diakui dan ditetapkan sebagai world heritage memory oleh UNESCO, pada tahun 2024 mendatang.

Bagi Aceh sendiri yang merupakan titik terpenting dari jalur rempah nusantara tersebut, dapat memanfaatkan momentum seminar ini untuk memperkuat posisinya sebagai episentrum rempah nusantara, bahkan dunia, di masa-masa yang akan datang. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda