Beranda / Berita / Aceh / Mualem Sebut Anggota DPR RI Asal Aceh Kurang Bersuara Perjuangkan Butir-Butir MoU

Mualem Sebut Anggota DPR RI Asal Aceh Kurang Bersuara Perjuangkan Butir-Butir MoU

Selasa, 28 Desember 2021 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fatur

Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem. [Foto: Dialeksis.com/ftr]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengurus DPD Partai Gerindra aceh deklarasikan dukungan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon Presiden 2024.

Dukungan dan deklarasi itu disampaikan usai pengurus Gerindra Aceh dikukuhkan oleh Wakil ketua Umum Partai Gerindra Sugiono di Hotel Hermes Banda Aceh, minggu (26/12/2021).

Berdasarkan pantauan Dialeksis.com tadi malam, Acara pengukuhan itu juga dihadiri oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Aceh, Muzakir Manaf, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Aceh, Dahlan Jamaluddin, Ketua Umum Partai Demokrat Aceh, Muslim didampingi Sekretarisnya, Arif Fadillah, Ketua BRA, Azhari Cage dan para Kader Gerindra Aceh.

Muzakir Manaf yang juga Ketua Umum Partai Aceh pada saat memberikan kata sambutannya mengatakan bahwa kinerja anggota DPR RI asal Aceh dinilai kurang bersuara dalam memperjuangkan kewenangan Aceh dan perjuangan butir-butir MoU Helsinky ke pemerintah pusat.

“Saya hanya mengingatkan kepada Wakil dari Provinsi Aceh, khususnya DPR RI yang telah berumur 2 tahun sudah. Kewenangan-kewenangan Aceh, perjanjian-perjanjian antara Aceh dan pusat, oleh sebab itu saya mengajak semua partai nasional yang ada di pusat sama-sama kita melobby dengan caranya masing-masing bapak Presiden agar butir-butir MoU terlaksana dengan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Lanjutnya, “Karana kalau kita lihat, kalau kita tidak mencoba ‘walaupun kreh-kreh bacut, hana pue’, oleh sebab itu sudah lebih 16 tahun butir-butir MoU belum terlaksana, ini yang seharusnya prioritas kita, kewajiban kita, untuk kita tuntut dari pada pemerintah pusat, jangan otsus saja yang kita kejar, tapi butir-butir MoU, kewenangan-kewenangan yang telah kita sepkati antara Aceh dan pemerintah Pusat,” sebutnya.

Mualem mengatakan, jangan pernah menganggap butir MoU itu adalah kepunyaan orang Partai Aceh (PA), ini sudah keliru semua. “Betapa susah payah kita mencoba, dalam tersebut perjanjian helsinky, oleh sebab itu saya berharap, ‘Droe-droe neh yang di DPR RI yang dibutuhkan oleh rakyat Aceh untuk Jakarta Pusat, bersuaralah sedikit, nyoe yang di Jakarta 17 droe, yang berkok-kok (Bersuara) hanya si dore (satu orang),” tegasnya.

Pesan itu juga disampaikan kepada, Anggota DPR-RI dari partai Gerindra, yakni TA. Khalid dan Fadhlullah.

“Suarakan kepentingan Aceh, Ada TA Khalid dan Dek Fad, coba suarakan. Dek Fad yang orang GAM dan orang PA. Jadi saya harapkan sama-sama menyuarakan,” pungkasnya. [ftr]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda