Beranda / Berita / Aceh / Pemerintah Aceh Terkesan Tak Percaya Diri

Pemerintah Aceh Terkesan Tak Percaya Diri

Minggu, 16 Juni 2019 13:21 WIB

Font: Ukuran: - +


Peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI) Nasrul Rizal



DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh terkesan tidak percaya diri menghadapi pelbagai rumor yang dilontarkan politisi maupun pengamat dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya terkait dengan kinerja Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Aceh. Hal ini disampaikan Peneliti Jaringan Survei Inisiatif (JSI) Nasrul Rizal, menanggapi pernyataan Anggota DPRA Asrizal Asnawi dan Pengamat Politik dan Pemerintahan Taufik A Rahim di media lokal, Minggu (16/6/2019).

Menurut Nasrul, ketika Asrizal mensinyalir ada Pokja Biro PBJ yang melakukan negoisasi fee hingga Rp 750 juta sebelum memenangkan suatu paket, Pemerintah Aceh harus meminta bukti-bukti konkrit untuk ditindaklanjuti. Bila hal itu tidak dilakukan, publik akan menilai bahwa apa yang dilontarkan oleh politisi dari Partai Amanat Nasional itu merupakan suatu pembenaran.

Taufik A Arahim yang memposisikan diri sebangai pengamat seyogyanya tidak sekadar melontarkan rumor. Apabila ada elite menguasai proyek APBA tunjukkan saja hidungnya. Pengamat jangan asal bunyi, tapi sodorkan bukti-bukti agar tidak dinilai memiliki tendensi tertentu, urai Nasrul.

Sebaliknya, kata Nasrul melanjutkan, apabila politisi maupun para pengamat tidak dapat menunjukkan bukti-bukti terhadap apa yang telah dilontarkan ke ruang publik, hal itu merupakan bentuk black campaign yang membuat kian buruknya wajah Pemerintah Aceh di mata masyarakat. Pemerintah Aceh jangan ragu-ragu melakukan langkah-langkah hukum atas pencemaran nama baik tersebut.

"Bila asal tuding tanpa bukti bisa berarti fitnah kubra bagi Pemerintah Aceh, dan bisa dibawa ke ranah hukum," kata Nasrul.

Kepala Biro Pemerintah Aceh hendaknya lebih peka dan responsif menanggapi rumor yang berkembang di ruang publik. Begitu juga Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh. Jubir Pemerintah Aceh yang memiliki akses langsung kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sejatinya langsung berkomunikasi dengan orang nomor satu Aceh untuk menyikapi setiap situasi yang berkembang di media massa.

"Karo Humas dan Jubir sebagai corong Pemerintah Aceh jangan cari aman dengan cara tiarap di kantornya," kata Nasrul dengan nada tinggi.

Apabila Pemerintah Aceh terus menampilkan wajah elegan dan terkesan kurang percaya diri seperti sekarang, dapat memicu krisis kepercayaan yang lebih parah kepada Pemerintah Aceh, yang ujung-ujungnya dapat memicu frustasi sosial yang massif di masyarakat, tutup Nasrul. [*]


Keyword:


Editor :
Pondek

riset-JSI
Komentar Anda