Beranda / Berita / Aceh / Pengemis Menjamur di Banda Aceh, Anggota DPRK Tuanku Muhammad Tawarkan Solusi Ini

Pengemis Menjamur di Banda Aceh, Anggota DPRK Tuanku Muhammad Tawarkan Solusi Ini

Senin, 18 Januari 2021 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Roni

Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad [For Dialeksis]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Hampir di setiap cafe atau warung kopi di Banda Aceh disinggahi para pengemis setiap harinya. Mereka berasal dari kalangan anak kecil hingga dewasa bahkan lansia.

Menanggapi hal itu Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad mengatakan, hal ini sangat disayangkan karena mengganggu kenyamanan masyarakat dan juga wisatawan yang datang ke Kota Banda Aceh.

Terlebih hal ini dikuatkan dengan larangan mengemis dan memberikan uang atau barang dalam bentuk apapun kepada gelandangan dan pengemis di tempat umum sebagaimana Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 7 Tahun 2018. 

"Apalagi selama ini kita mendapati bahwa banyak pengemis bukan warga Kota Banda Aceh, tapi warga luar bahkan dari provinsi tetangga hadir ke sini mengemis," ujar Tuanku Muhammad saat dihubungi Dialeksis.com, Senin (18/1/2021).

Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh itu kemudian menawarkan solusi agar para pengemis ini dikumpulkan di satu tempat untuk kemudian dikaratina dan dibina selama berbulan-berbulan.

Tujuannya, selain memberi efek jera, juga menanamkan skill atau keterampilan yang dapat mereka gunakan nantinya untuk bisa mandiri dan bekerja tanpa harus menjadi pengemis lagi.

"Itu yang terus kita dorong ke depan. Namun lagi-lagi ini terkait anggaran, jadi masalah memang sangat kompleks. Tapi kita terus berkoordinasi agar jumlah pengemis yang menjamur di Banda Aceh dapat ditekan, kemudian gelandangan tatotan yang meresahkan harus segera ditangkap dan dibina serta dikembalikan ke tempat asal mereka," ujarnya.

"Tapi kita ketahui bersama orang Aceh itu mudah ibah dan mudah bersedekah, ya masyarakat itu tetap memberikan kepada pengemis walau sudah ada larangan. Namun ke depan tatanan ini harus kita ubah, harus kita carikan solusi yang lebih baik kepada mereka ketimbang memberi rasa nyaman dengan terus berprofesi menjadi pengemis," pungkasnya.

Editor :
Fira

riset-JSI
Komentar Anda