Beranda / Berita / Aceh / PLN Dinilai Ingkar Janji Untuk Memperbaiki Dua Jembatan yang Ambruk

PLN Dinilai Ingkar Janji Untuk Memperbaiki Dua Jembatan yang Ambruk

Rabu, 12 Juli 2023 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Jembatan di Asia, Lut Tawar, Aceh Tengah patah pinggang. (Foto/ Baga)

DIALEKSIS.COM| Takengon- Dua jembatan di jantung kota Takengon di kawasan DAS Pesangan, yang menghubungkan desa Asia dan desa Asir-Asir di Kecamatan Lut Tawar sudah ambruk, patah pinggang.

Ambruknya dua jembatan yang dibangun atas swadaya masyarakat pada tahun 1987 ini diduga akibat mega proyek PLTA Pesangan yang melakukan bendungan air, sehingga air yang deras telah mengikis pondasi jembatan.

Warga telah melakukan mediasi dengan pihak PLN (Persero) UPP SBU 2, bahkan sudah menyampaikanya ke DPRK, agar pihak PLN segera membangun jembatan sebagai pengganti jembatan yang ambruk.

Namun janji pihak PLN Persero sampai dengan Rabu (12/07/2023) belum terealisasi, warga menilai pihak PLN ingkar janji untuk memperbaiki jembatan.

“Sudah seharusnya pihak PLN bertanggungjawab membuat jembatan pengganti, karena diduga kerusakan dua jembatan yang merupakan akses penting masyarakat merupakan dampak dari pekerjaan mega proyek pembangkit listrik,” sebut Abdul Wahab Daud, salah seorang tokoh masyarakat Asir-Asir.

Menurut Wahab, dalam keteranganya kepada Dialeksis.com, Rabu (12/07/2023) jembatan ini merupakan sarana vital bagi masyarakat untuk ke kota dari kota Takengon. Ambruknya jembatan telah membuat masyarakat memutar sejauh 2 kilometer hendak ke pusat kota.

“Dua jembatan yang ambruk ini merupakan akses masyarakat untuk warga lima desa dan senantiasa dipergunakan untuk umum, apalagi di salah satu jembatan ada masjid bersejarah, masjid tua di Kota Takengon,” sebut Wahab.

Sudah seharusnya pihak PLN segere membangun jembatan penghubung ini, pihak PLN harus menepati janjinya, sebut Wahab.

Khusus untuk jembatan Asir-Asir di Majsid Al Jihad, pihaknya sudah mengusulkan ke PT PLN Persero agar pembangunan dipindahkan 30 meter kearah hulu, karena pihaknya selaku pengurus masjid merencanakan akan melebar masjid tua yang bersejarah ini.

Pihak PT PLN Persero PLTA Pesangan, sebelumnya sudah menyampaikan akan melakukan pembangunan jembatan yang ambruk ini.

Rizka Afri Kiniko, Asisten Manager Perizinan dan Umum PT PLN Persero PLTA Peusangan 1&2, kepada media menyebutkan, pihaknya akan melakukan pengerjaan jembatan darurat yang menuju Masjid di samping sungai Peusangan pada Minggu kemaren.

 “Tidak mungkin kami abaikan janji. Kami akan bangun darurat satu, di Bulan Juli ini juga kita akan bangun dua jembatan darurat,” kata Iko dalam keteranganya kepada media.

Namun sampai dengan Rabu (12/07/2023) siang, ketika Dialeksis.com mengecek lokasi jembatan yang patah pinggang ini, pihak PLN belum melakukan akvitas perbaikan dua jembatan tersebut.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda