Senin, 15 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Polisi Selidiki Temuan Jenazah Petani di Kebun Sawit Kuala Tripa

Polisi Selidiki Temuan Jenazah Petani di Kebun Sawit Kuala Tripa

Minggu, 14 Juni 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Polisi Selidiki Temuan Jenazah Petani di Kebun Sawit Kuala Tripa. [Foto: Humas Res NaRa]


DIALEKSIS.COM | Suka Makmue - Seorang warga bernama Ridwan J (45), yang berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Desa Kuala Tripa, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit milik Basrizal yang berada di Desa Kuala Tripa, pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, almarhum berangkat dari kediamannya menuju kebun kelapa sawit milik Basrizal untuk melakukan pekerjaan menunas dahan pohon kelapa sawit (pruning). Keduanya berangkat menggunakan kendaraan masing-masing dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.10 WIB, kemudian bekerja dengan jarak kurang lebih 16 meter satu sama lain.

Sekitar pukul 12.20 WIB, almarhum berpamitan kepada Basrizal untuk pulang terlebih dahulu dengan menyampaikan bahwa dirinya akan kembali setelah makan siang. Basrizal menyetujui dan menyampaikan bahwa dirinya juga akan segera pulang. Selanjutnya, almarhum meninggalkan lokasi menuju kediamannya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kebun tersebut.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Basrizal kembali ke kebun untuk melanjutkan pekerjaan. Setibanya di lokasi, ia melihat sepeda motor milik almarhum telah terparkir di pinggir kebun, namun almarhum tidak terlihat. Setelah memanggil dan melakukan pencarian di sekitar area kebun, Basrizal menemukan alat penunas milik almarhum, kemudian melanjutkan pencarian hingga akhirnya menemukan almarhum dalam keadaan terbaring terlentang dan sudah tidak bernyawa.

Di lokasi ditemukan pakaian almarhum berada di bawah tubuhnya dan digunakan sebagai alas, sementara di samping tubuhnya terdapat satu botol air mineral berukuran 600 ml yang masih menyisakan sekitar 200 ml air.

Melihat kejadian tersebut, Basrizal meminta bantuan warga yang melintas di sekitar lokasi. Selanjutnya bersama saksi Zulfikar dan beberapa warga lainnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke kediaman keluarga di Desa Kuala Tripa. Sekitar pukul 14.50 WIB, jenazah tiba di rumah duka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun bekas penganiayaan pada tubuh almarhum ataupun di sekitar tempat kejadian. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum terhadap jenazah dan bersedia membuat surat pernyataan penolakan.

Sementara itu, analisis awal menyebutkan bahwa dugaan sementara penyebab meninggalnya almarhum adalah akibat kondisi sakit atau kelelahan saat bekerja di kebun. Dugaan tersebut masih bersifat sementara dan tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian meliputi mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan evakuasi jenazah, pengumpulan bahan keterangan, dokumentasi, serta pelaporan kepada pimpinan. 

Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Darul Makmur akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi serta meminta pihak keluarga membuat surat pernyataan penolakan Visum et Repertum sebagai bagian dari administrasi penanganan perkara. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI