Jum`at, 12 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Rehabilitasi Pendopo Aceh Tengah Menuai Kritikan

Rehabilitasi Pendopo Aceh Tengah Menuai Kritikan

Jum`at, 12 Juni 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga
Area parkir Pendopo Bupati Aceh Tengah yang sedang diperbaiki memunculkan pro dan kontra disaat negeri ini dilanda bencana. (foto/ Baga)

DIALEKSIS.COM| Takengon-Perbaikan Pendopo Bupati Aceh Tengah dan rumah dinas wakil bupati menuai kritikan dan menjadi pembahasan hangat di Medsos. Saat negeri ini dilanda bencana dan masih berserakan di mana-mana, justru rehabilitasi pendopo menjadi prioritas.

Nilainya rehabiltasi yang kini sedang dikerjakan ini mencapai Rp 1 miliar 150 juta. Dipecah dalam lima paket proyek. Pro dan kontra soal paket rehabilitasi pendopo dan rumah dinas wakil bupati ini riuh di dunia maya.

“Dimana rasa kemanusian kita, saat negeri ini sedang hancuran-hancuran dilanda bencana, justru rehabilitasi pendopo yang tidak urgent menjadi skala prioritas,” sebut banyak nitizen.

Sementara yang mendukung menyatakan sudah selayaknya perbaikan itu dilakukan, karena kebutuhan. Selain memperbaiki yang rusak, juga akan semakin memperindah pendopo terutama area parkir agar tidak terkesan semraut.

Nilai paket proyek untuk rehabilitasi yang kini sedang dikerjakan itu mencapai Rp 1,150 miliar. Untuk rehabilitasi dan pemasangan rak dan sekat dinding dapur pendopo serta pengecatan pendopo Rp 300 juta.

Penataan halaman tempat parkir pendopo Rp 200 juta, penataan dan pemeliharaan Gedung Ummi Rp 200 juta. Rehabilitasi Rumah Dinas Wakil Bupati Aceh Tengah Rp 300 juta dan pemasangan kanopi pendopo Rp 150 juta.

Pro dan kontra soal rehabilitasi pendopo sampai saat ini masih hangat menjadi pembahasan. Pihak yang tidak setuju dan mengangap perbaikan itu belum urgent, tetap dengan keyakinanya bahwa perbaikan itu telah melukai nurani rakyat, khususnya para korban bencana.

Karena nilai uang yang terbilang besar itu seharusnya lebih diprioritaskan penangangan bencana, bukan lebih diutamakan untuk perbaikan pendopo.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, ketika diminta Dialeksis.com keterengangan, Jumat (12/06/2026) menyebutkan, bahwa perbaikan pendopo bupati dan rumah dinas wakil bupati merupakan kebutuhan.

“Area parkir, khususnya ketika ada acara dan tamu di pendopo sudah sangat sempit, terkesan semraut, makanya ditata untuk lebih bagus, demikian dengan pengecetan pendopo, selama ini selain ada cat yang sudah mengelupas dan kusam. Demikian dengan perbaikan dapur pendopo, itu kebutuhan,” jelas Haili.

Bupati memaklumi adanya pro dan kontra dalam perbaikan pendopo disaat negeri ini masih harus diperbaiki karena bencana. Bukan mengabaikan area bencana, semuanya berjalan sesuai dengan proses, namun penataan pendopo sebagai ikon daerah juga menjadi kebutuhan.

Hingga berita ini ditayangkan, pro dan kontra soal perbaikan pendopo masih menjadi pembahasan hangat, namun pelaksanaan perbaikan pendopo itu tetap berjalan sesuai dengan anggaran.



 
Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI