Beranda / Berita / Aceh / Respon Pengamat Mawardi Ismail Disebutkan Beberapa Nama Bakal Calon Gubernur Aceh

Respon Pengamat Mawardi Ismail Disebutkan Beberapa Nama Bakal Calon Gubernur Aceh

Jum`at, 22 Januari 2021 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Akhyar
Pakar Hukum dan Pengamat Politik Aceh, Mawardi Ismail. [IST]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam penantian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh tahun 2022, masyarakat Aceh saat ini sedang membicarakan bursa calon nama-nama yang akan bertarung memperebutkan kursi Gubernur Aceh.

Dari isu yang beredar, terdapat lima nama yang disebut-sebut sebagai bakal calon Gubernur Aceh yang baru, di antaranya Muzakkir Manaf atau sapaan akrabnya Mualem, Muhammad Nasir Djamil, Nova Iriansyah, Prof Farid Wajdi, dan Mawardi Ali.

Pakar Hukum dan Pengamat Politik Aceh, Mawardi Ismail merespon baik isu tersebut. Menurutnya, dari kelima nama yang disebutkan tadi masing-masing berpotensi kuat menjabat Gubernur Aceh yang baru.

"Saya kira, semua punya berpotensi. Cuma yang jelas-jelas berpotensi ialah mereka-mereka yang mempunyai dukungan koalisi yang cukup," kata Mawardi saat dihubungi Dialeksis.com, Jumat (22/1/2021).

Sementara untuk nama-nama di luar dari Partai Politik (jalur independen), Mawardi menyebutkan perlu perjuangan ekstra untuk mencari dukungan.

"Seperti ngumpulin Kartu Tanda Penduduk (KTP), tapi kan kalau sekarang tidak mudah juga kan. Apalagi lagi musim-musim pandemi ini," ujarnya.

Ia menyebutkan, semua nama punya kans untuk maju dan bertarung memperebutkan posisi Gubernur Aceh, akan tetapi, lanjut dia, belum ada tokoh-tokoh yang secara terbuka menyuarakan secara lantang akan maju ke Pilkada medatang, kecuali Mualem dan Mawardi Ali yang telah dikabarkan akan maju.

Kemungkinan, kata dia, dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, waktu Pilkada yang masih lama dan kedua, kepastian Pilkada yang belum ada.

Selain itu, pengamat politik itu menyatakan, kriteria seorang Gubernur Aceh meliputi kefasihannya memahami Aceh dan masalah yang sedang dihadapi Aceh.

Selanjutnya, kata dia, sosok Gubernur Aceh harus bisa menjalin relasi yang baik dengan pemerintah pusat.

Menjelang Pilkada Aceh mendatang, Mawardi berpesan, masyarakat Aceh sudah pintar dan sudah bisa melihat sosok calon yang akan dipilihnya karena kandidat nama-nama yang diisukan maju Pilkada Aceh merupakan tokoh yang sudah cukup dikenal masyarakat.

"Calon-calon yang disebut tadi, itu semua adalah calon-calon yang bagi masyarakat sudah tidak asing lagi. Tinggal lagi, barang kali mereka memilih yang terbaik diantara yang baik-baik," pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda