DIALEKSIS.COM | Blangkejeren - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan melaksanakan safari Ramadhan yang akan dilaksanakan pada minggu kedua Ramadhan 1447 H mendatang. Untuk itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi mempertimbangkan untuk menjadikan desa-desa yang terdampak bencana menjadi lokasi utama.
Hal tersebut ia sampaikan pada saat rapat koordinasi terkait pelaksanaan safari Ramadhan di Gayo Lues, di Aula Setdakab Gayo Lues. Rapat tersebut juga turut di hadiri oleh Wakil Bupati Gayo Lues, Plt Sekda Gayo Lues, para staff Ahli, para Asisten, Kepala SKPK, para Camat serta Baitul Mal.
“Ini kan agenda setiap tahun, mungkin tidak banyak hal yang perlu kita bahas. Cuma ada sedikit perbedaan, kalau tahun kemarin kita biasa-biasa saja, tetapi tahun ini kita dalam situasi bencana alam,” ujar Bupati, Jumat (20/2/2026).
Bupati mengatakan, ada tujuh kecamatan yang terdampak bencana alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu serta masuk kedalam SK darurat dan empat kecamatan tidak termasuk diantaranya Kecamatan Terangun, Blangjerango, Kutapanjang dan Blangpegayon.
“Seperti yang disampaikan oleh Pak Asisten 3 tadi terkait dengan lokasi kunjungan safari Ramadhan coba kita pertimbangkan, sejauh di situ (desa) masih ada jamaah untuk sholat fardhu, tarawih dan witir, saya pikir kita bisa melaksanakan kegiatan di desanya juga walaupun nanti dibawah tenda,” lanjut Bupati.
Hal tersebut dilakukan agar tidak munculnya pertanyaan, Pemkab tidak hadir ke tengah-tengah masyarakat yang terdampak bencana alam secara langsung disaat safari Ramadhan berlangsung.
“Ini bisa di pertimbangkan Bapak Ibu sekalian, apa tidak sebaiknya kita hadir di semua desa baik yang terdampak maupun tidak terdampak,” ujarnya.
Ia berharap, pada saat safari Ramadhan berlangsung, Bupati dan Wakil Bupati dapat dijadwalkan ke desa-desa yang memang masih belum terjangkau oleh kendaraan roda empat.
“Saya pikir tidak ada desa yang tidak terjangkau hari ini, semua sudah bisa walaupun kita lewat jembatan lumpe,” Lanjutnya.
Bupati juga menginstruksikan, nantinya tim akan membagikan bantuan kepada korban bencana alam secara langsung, ia menyampaikan agar Dinas Syariat islam berkoordinasi dengan BPBD agar tidak adanya perbedaan data.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati, Maliki menyampaikan, para SKPK yang nantinya akan mengikuti safari Ramadhan untuk membawa makanan berbuka puasa masing-masing agar tidak membebani kecamatan yang akan dikunjungi.
“Makannya nanti mau dimana terserah, jika nanti tidak ada tempat bisa disediakan oleh Pak Camatnya karena kita sedang dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, penempatan SKPK pada saat safari Ramadhan disesuaikan dengan kondisi desa yang ada. [*]