Beranda / Berita / Aceh / Sekolah PAUD RUMAN Aceh Gratiskan 64 Anak Fakir Miskin

Sekolah PAUD RUMAN Aceh Gratiskan 64 Anak Fakir Miskin

Rabu, 17 Juli 2019 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +



 DIALEKSIS.COM | Banda Aceh -
Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh menggelar hari pertama masuk sekolah pada Senin (15/7/2019) pagi, sesuai dengan kalender pendidikan nasional.

Kepala Sekolah PAUD RUMAN Aceh, Nurul Fajry menuturkan bahwa sejak dimulai pada tahun ajaran 2015/2016 lalu, layanan pendidikan formal yang mereka lakukan ini dikhususkan buat kaum fakir miskin dan dhuafa.

"Pada tahun ajaran ini, dari total 78 murid, kita menggratiskan 64 anak fakir miskin dan yatim yang dhuafa. Hal ini kita lakukan agar mereka bisa mengakses sekolah yang ramah dan berkwalitas", ujar Fajry.

Selain kategori gratis, ungkap Fajry melanjutkan, ada 9 anak yang berbayar sebagian serta 5 lainnya berbayar penuh. Setiap anak gratis mempunyai donatur tetap yang berbagi rezekinya sebesar Rp 350.000/bulan atau Rp 4.2 juta/tahun.

"Tahun ini donatur kita semakin beragam. Baik dari segi profesi mau pun asal mereka. Selain dari warga Aceh, juga ada WNI yang tinggal di Abu Dhabi, Malaysia, Swiss dan German. Bahkan ada 2 di antaranya asli warga negara Uni Emirat Arab. Alhamdulillah, terima kasih kami haturkan kepada para donatur dimana pun berada", kata Fajry sembari tersenyum.

Sementara itu, Ketua PKBM RUMAN Aceh yang juga mantan Kepala Sekolah PAUD RUMAN Aceh, Rizky Sopya menjelaskan bahwa selain sekolah PAUD, pihaknya melaksanakan 3 layanan lainnya.

Yaitu, satu, TBM (taman bacaan masyarakat) dengan beberapa kegiatan turunannya. Dua, pendidikan kesetaraan berupa paket B untuk jenjang SMP dan paket C buat jenjang SMA. Tiga, latihan keterampilan.

"Semua layanan pendidikan tersebut, baik formal mau pun informal kita sediakan secara gratis buat masyarakat. Terutama kalangan fakir miskin dan dhuafa atau rentan secara social ekonomi. Survey tim kita langsung ke rumah mereka yang menentukan layanan gratis tersebut", ungkap Rizky.


3 Prinsip Utama

Sementara itu, Pembina PKBM RUMAN Aceh, Ahmad Arif menjelaskan, dalam menjalankan khdimah, pihaknya selalu berpegangan pada 3 prinsip utama.

Yaitu, murni social kebajikan, independen dan hana fee. Sedangkan dalam proses melayani publik, pihaknya selalu melakukan dan mengajak untuk berbaik sangka, jujur dan tanggungjawab.

"Kita selalu berupaya untuk membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa. Prinsip hana fee itu menjadi yang terberat saat ini, namun kita terus saling mengingatkan dan saling menguatkan", tutur Arif. (pd/rel)


Keyword:


Editor :
Pondek

riset-JSI
Komentar Anda