Beranda / Berita / Aceh / Sindikat Narkoba Medan-Aceh-Malaysia Digulung, 1 Kurir Tewas Ditembak

Sindikat Narkoba Medan-Aceh-Malaysia Digulung, 1 Kurir Tewas Ditembak

Minggu, 01 April 2018 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto (seragam dinas) didampingi Kasat Narkoba AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat pengungkapan jaringan narkoba internasional, Sabtu (31/3/2018). (Foto: SINDOnews/M Andi Yusri)

 Dialeksis.com, Aceh-Sumut - Petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggulung sindikat pengedar narkoba Medan-Aceh-Malaysia dan menangkap 7 tersangka kurir. Bahkan, satu orang tersangka pengedar berinisial MN (45) tewas ditembak saat penangkapan di Jalan Medan-Binjai Km 15 Desa Diski, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Jumat 30 Maret 2018.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Narkoba AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menjelaskan, penangkapan sindikat narkoba ini dimulai sejak Januari 2018. Saat itu, polisi membekuk dua tersangka pengedar sabu-sabu, berinisial AD (26) dan G (50) di Jalan Cik Di Tiro, Medan Polonia, dengan barang bukti sabu-sabu 500 gram.

Selanjutnya polisi yang melakukan pengembangan, pada 11 Februari 2018. Polisi menangkap 2 ibu rumah tangga asal Aceh berinisial MN (39) dan AH (64) di Jalan Pringgan Gang Nenek, Desa Helvetia Kecamatan Sunggal, dengan barang bukti sabu-sabu 1 Kg.‎

Polisi kembali melakukan pengembangan pada 22 Februari dan meringkus AR (25) di Jalan Ampera II, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Helvetia, dengan barang bukti sabu-sabu sebanyak 2 Kg.

Hasil introgasi, lanjut Dadang, polisi kembali menangkap 2 IRT asal Aceh, yakni NT (33) dan LT (35) di Loket Bus Pelangi, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis 29 Maret 2018. "Narkoba ini masuk dari Malaysia dan para tersangka yang diamankan satu rangkaian. Narkoba ini akan diedarkan di Jakarta," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (31/3/2018).

Kapolrestabes menambahkan, seorang tersangka berinisial MN (45) warga Jalan TA, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, terpaksa ditembak hingga tewas karena melawan saat disergap. "Barang bukti keseluruhan yang diamankan sabu sebanyak 5,5 Kg," jelasnya.

Sementara, empat wanita IRT yang terjaring terlihat menangis sesegukan menyesali perbuatannya. "Saya baru sekali ini membawa sabu-sabu, kami bawa naik bus," ujar LT (35) sembari menitikkan air mata.

(wib/sindonews)


Keyword:


Editor :
HARIS M

riset-JSI
Komentar Anda