Logo Dialeksis
Bank Aceh (pelantikan ketua DPRA)
Beranda / Berita / Aceh / Ternyata Abu Razak yang Tewas Ditembak di Trienggadeng Mantan Anak Buah Din Minimi

Ternyata Abu Razak yang Tewas Ditembak di Trienggadeng Mantan Anak Buah Din Minimi

Jum`at, 20 September 2019 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Abu Razak atau Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al Kahar pimpinan kelompok kriminal bersenjata


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Abu Razak atau Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al Kahar nama asli pria yang menjadi pimpinan kelompok kriminal bersenjata di Aceh itu tewas ditebak oleh tim gabungan Polda di Trienggadeng, Kamis (19/9/2019) kemarin sore.

Menurut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono, Abu Razak sudah beberapa kali melakukan aksi kriminal di Aceh. Dia adalah pimpinan kelompok kriminal bersenjata di Aceh yang selama ini diburu aparat. 

“Abu Razak sudah pernah beberapa kali terlibat dalam kasus kriminal bersenjata di Aceh," kata Kombes Pol Ery Apriyono, Jumat (20/9/2019) di Banda Aceh.

Abu Razak sudah kali keluar masuk penjara. Dia pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba karena berkasus mengancam warga negara asing (WNA) di Aceh Barat dengan menggunakan senjata api melarang WNA melakukan penambangan di wilayah Meulaboh pada tahun 2008 lalu.

Setelah menjalani hukum penjara, Abu Razak kembali dan bergabung dengan bergabung kelompok bersenjata Din Minimi tahun 2015 lalu. Kelompok bersenjata ini sangat diburu oleh aparat kepolisian dan TNI setelah menembak dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara yakni Sertu Indra dan Serda Hendri, Maret 2015 lalu.

Polisi menyita barang bukti dalam kasus tersebut di antaranya tiga pucuk senjata api laras panjang jenis AK 56, satu pucuk senjata api jenis RPD, satu pucuk pistol FN, serta satu pucuk pelontar jenis GLM.

Dalam persidangan di Pengedilan Negeri Lhoksukon, majelis hakim memvonisnya dengan hukuman 5 tahun 6 bulan penjara pada Senin 11 Januari 2016 lalu. Dia dijerat dengan Undang-undang Darurat No 12 Tahun 1951. Razak pun mendekam di LP Klas IIA Lhokseumawe.

Dua tahun menjalani hukuman, Razak kabur dari penjara pada 18 September 2017 sekitar pukul 16.00 WIB. Dia melarikan diri setelah mengelabui petugas piket.

Kemudian dia membentuk kelompok sendiri, Abu Razak duduk sebagai pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Abu Razak bersama anggota kelompoknya beraksi dengan menculik seorang warga Bireuen bernama Baital, Kamis (12/9/2019) lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Korban disekap di kawasan Bukit Cerana kawasan Gampong Ie Rhob Timu, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

Saat berada di kawasan Trienggadeng, Pidie Jaya, personel Satgas Penindakan KKB menyergap kelompok tersebut. Kontak tembak terjadi sekitar 30 menit, Abu Razak dan tiga anggotanya yang lain yakni Wan Neraka, Zulfikar sertaHamdi tewas pun tewas. Sementara, seorang pelaku lain yakni Wan Ompong kini ditahan di Polres Bireuen.

Kamis (19/9/2019) Tim Opsnal Polres Bireuen mendapat informasi kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin Abu Razak turun dari Bukit Cerana Kecamata Simpang Mamplam, Bireuen. Abu Razak bersama anggotanya menggunakan mobil Avanza nomor polisi BL 1342 R. 

Kelompok bersenjata ini hendak menuju arah ke Banda Aceh, dalam perjalanan Tim Satgas Kelompok Kiriminal Bersenjata (KKB) mengejar kelompok Abu Razak hingga di depan Keude Tringgadeng, Pidie Jaya. Tepat di Jln Banda Aceh-Medan di depan Keude Tringgadeng, Pidie Jaya terjadi aksi baku tembak polisi dengan kelompok Abu Razak. Polisi berhasil melumpuhkan kelompok bersenjata yang dipimpin Abu Razak Cs. 

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK membenarkan telah terjadi baku tembak tim gabungan Polda Aceh dengan kelompok bersenjata di Trienggadeng, polisi berhasil melumpuhkan empat anggota kelompok bersenjta

Dari peristiwa tersebut polisi menyita barang bukti senjata jenis AK 56 milik kelompok Abu Razak, pistol jenis revolver dan 100 butir peluru AK 56 dan pistol revolver. Barang bukti disita setelah terjadi baku tembak dengan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Abu Razak.(zu)

Editor :
Zulkarnaini

Diskominfo (pelantikan ketua DPRA)
humas exspo
Komentar Anda