Selasa, 30 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Tinggalkan Polda Aceh, Irjen Marzuki Diapresiasi Sukses Tinggalkan Warisan "Polda Aceh Meutuah"

Tinggalkan Polda Aceh, Irjen Marzuki Diapresiasi Sukses Tinggalkan Warisan "Polda Aceh Meutuah"

Senin, 29 Juni 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi bersama Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mendapat apresiasi dari Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi. 

Menurutnya, kepemimpinan Marzuki bukan hanya meninggalkan capaian kelembagaan, tetapi juga menghadirkan identitas baru bagi Polda Aceh melalui konsep "Polda Aceh Meutuah" yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Nurlis menceritakan, pada Senin (29/6/2026), dirinya bersama Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo mendampingi Irjen Marzuki berkeliling Markas Polda Aceh. Dalam kesempatan itu, Kapolda meresmikan Klinik Pratama Bhayangkari, Gedung Propam, dan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), sebelum kembali ke gedung utama Polda Aceh.

"Usai rangkaian kegiatan, kami duduk bersama menikmati tiga gelas kopi madu. Percakapannya ringan, sesekali diselingi canda, namun juga banyak membahas hal-hal yang serius tentang Aceh, pelayanan publik, dan masa depan institusi kepolisian di daerah ini," kata Nurlis.

Pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB, Irjen Marzuki bertolak ke Jakarta. Ia dijadwalkan menyerahkan jabatan Kapolda Aceh kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (30/6/2026), sekaligus mengakhiri masa pengabdiannya sebagai orang nomor satu di Polda Aceh.

Bagi Nurlis, akhir masa jabatan Irjen Marzuki menjadi penutup yang manis atas perjalanan kepemimpinannya selama hampir satu tahun di Aceh.

"Saya mendampingi beliau sejak pertama kali menginjakkan kaki sebagai Kapolda Aceh pada Agustus 2025 hingga hari terakhir menjabat. Saya menyaksikan bagaimana beliau berusaha membangun institusi kepolisian yang tidak hanya profesional, tetapi juga dekat dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat Aceh," ujarnya.

Menurut Nurlis, salah satu warisan penting Irjen Marzuki adalah lahirnya gagasan Polda Aceh Meutuah, sebuah konsep yang mengintegrasikan profesionalisme kepolisian dengan filosofi kehidupan masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi adat, kemuliaan, dan pelayanan yang humanis.

"Beliau memahami bahwa keamanan tidak cukup dibangun dengan pendekatan hukum semata. Keamanan juga tumbuh dari kedekatan, kepercayaan, dan penghormatan terhadap budaya masyarakat. Itulah yang kemudian diterjemahkan melalui semangat Polda Aceh Meutuah," ungkapnya.

Nurlis menilai kepemimpinan Irjen Marzuki telah menunjukkan bahwa institusi negara dapat tumbuh semakin kuat ketika mampu merangkul nilai-nilai lokal tanpa mengurangi profesionalisme.

"Pemimpin datang dan pergi, tetapi gagasan yang baik akan tetap hidup. Saya percaya konsep Polda Aceh Meutuah bukan sekadar slogan, melainkan fondasi budaya kerja yang akan terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat Aceh," katanya.

Ia juga menyampaikan penghormatan atas dedikasi putra Tangse tersebut selama memimpin Polda Aceh.

"Pengabdian sejati tidak selalu diukur dari lamanya seseorang memimpin, melainkan dari jejak yang ditinggalkan. Irjen Marzuki telah meninggalkan jejak yang baik, memperkuat institusi, membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta menghadirkan wajah kepolisian yang semakin terbuka dan dekat dengan rakyat," ujar Nurlis.

Pada kesempatan itu, Nurlis turut menyampaikan harapan kepada Kapolda Aceh yang baru, Brigjen Pol Ruddi Setiawan, yang akan otomatis menyandang pangkat Inspektur Jenderal setelah resmi menjabat. 

Menurutnya, pengalaman Ruddi yang pernah tumbuh dan menghabiskan masa kecil hingga remaja di Aceh Tenggara menjadi modal sosial yang berharga dalam memimpin Polda Aceh.

"Kami menyambut baik kehadiran Brigjen Pol Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh. Beliau memahami karakter Aceh dan diharapkan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun, sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam menjaga keamanan, memperkuat pelayanan publik, serta merawat sinergi antara kepolisian, pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat," katanya.

Nurlis menegaskan, Pemerintah Aceh akan terus mendukung kerja sama yang erat dengan Polda Aceh demi menjaga stabilitas daerah dan mempercepat pembangunan.

"Keamanan adalah prasyarat utama pembangunan. Ketika pemerintah dan aparat penegak hukum berjalan seiring, masyarakat akan merasakan hadirnya negara melalui pelayanan, perlindungan, dan rasa keadilan. Semoga estafet kepemimpinan ini menjadi awal bagi lahirnya pengabdian yang semakin bermakna untuk Aceh," tutupnya. [arn]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes