DIALEKSIS.COM | Caracas - Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah menjadi sedikitnya 1.450 orang. Sementara itu, sekitar 3.150 orang dilaporkan terluka dan hampir 50.000 lainnya masih dinyatakan hilang.
Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengatakan sekitar 30.000 petugas penyelamat Venezuela bersama 2.700 personel dari berbagai negara masih melakukan pencarian korban meski masa kritis penyelamatan selama 72 jam telah berakhir.
Harapan tetap muncul setelah sejumlah korban berhasil ditemukan selamat. Salah satunya seorang wanita berusia 60 tahun yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan di kawasan pesisir Carabayida setelah terjebak selama 86 jam. Presiden sementara Delcy Rodriguez menegaskan operasi pencarian belum dihentikan selama masih ada peluang menemukan korban hidup.
Selain itu, tim penyelamat Amerika Serikat berhasil menyelamatkan seorang pria dan putranya, sementara sebelumnya seorang bayi serta dua anak berusia 11 tahun juga berhasil dievakuasi dalam operasi terpisah.
Pemerintah Venezuela menyebut sebanyak 33 orang berhasil diselamatkan sepanjang akhir pekan. Otoritas juga menunda kegiatan sekolah selama sepekan, memulihkan sekitar 75% pasokan listrik, serta mengerahkan lebih dari 14.000 personel militer dan polisi untuk mengamankan wilayah terdampak.
Di sisi lain, kritik terhadap penanganan pemerintah terus bermunculan. Warga menilai proses evakuasi berjalan lambat, sementara sejumlah lokasi masih diyakini menyimpan korban yang belum berhasil dievakuasi.
Komunitas internasional turut mengirimkan bantuan. Amerika Serikat mengerahkan tim penyelamat dan menjanjikan bantuan senilai US$150 juta melalui PBB dan organisasi kemanusiaan. Uni Eropa juga mengalokasikan bantuan darurat sebesar 5 juta euro serta mengerahkan sistem satelit Copernicus untuk memetakan kerusakan dan mempercepat distribusi bantuan. [Aljazeera, Reuters]
