Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / UIN Ar-Raniry Jadi Kampus Hukum Terbaik Kedua di Indonesia Versi Scimago

UIN Ar-Raniry Jadi Kampus Hukum Terbaik Kedua di Indonesia Versi Scimago

Sabtu, 28 Maret 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Foto istimewa.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, UIN Ar-Raniry menempati peringkat kedua nasional pada bidang hukum, mengungguli sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia.

Capaian tersebut menegaskan semakin menguatnya posisi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam kompetisi riset berbasis publikasi ilmiah. Dalam daftar yang dirilis Scimago, Universitas Airlangga berada di posisi pertama, disusul UIN Ar-Raniry di posisi kedua. Peringkat berikutnya ditempati Universitas Sebelas Maret dan Universitas Indonesia.

Sejumlah perguruan tinggi lain yang juga masuk dalam 10 besar antara lain UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Universitas Diponegoro.




Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman, menyambut baik capaian tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras mengangkat reputasi kampus. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa UIN Ar-Raniry memiliki daya saing kuat dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah, khususnya di bidang hukum.

“Ini adalah capaian yang sangat membanggakan. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Fakultas Syariah dan Hukum, para dosen, peneliti, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Prestasi ini menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi dalam membangun budaya akademik telah membuahkan hasil,” ujar Prof. Mujiburrahman.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut juga menjadi motivasi bagi UIN Ar-Raniry untuk terus memperkuat kualitas riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami tentu sangat mendukung upaya penguatan riset yang dilakukan secara berkelanjutan. Capaian ini bukan hanya kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi dorongan agar UIN Ar-Raniry terus hadir sebagai institusi yang memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” katanya.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof. Kamaruzzaman, menyebut capaian ini merupakan hasil dari penguatan budaya publikasi ilmiah yang secara konsisten didorong di lingkungan fakultas.

“Kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas riset,” ujar Prof. Kamaruzzaman.

Menurutnya, indikator pemeringkatan Scimago yang berbasis pada data publikasi ilmiah menunjukkan bahwa upaya membangun ekosistem riset di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

Ia menilai capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menandai perubahan penting dalam lanskap riset nasional.

“Capaian ini bukan sekadar prestasi institusi, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam lanskap riset nasional. PTKIN yang sebelumnya berada di pinggiran kini mulai mengambil peran strategis dalam produksi pengetahuan,” katanya.

Secara global, UIN Ar-Raniry juga mencatatkan posisi yang cukup kompetitif. Dalam bidang hukum, kampus yang dikenal dengan tagline “Kampus Energi Kebangsaan, Sinergi Membangun Negeri” ini berada di kisaran peringkat 131 dunia.

Posisi tersebut bahkan menempatkan UIN Ar-Raniry melampaui sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran pada indikator yang sama.

Pemeringkatan Scimago Institutions Rankings sendiri didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja penelitian, inovasi, dan dampak sosial. Penilaian ini mengacu pada data publikasi ilmiah yang terindeks dalam basis data Scopus, termasuk jumlah sitasi serta tingkat kolaborasi internasional.

Prof. Kamaruzzaman menambahkan, penguatan riset di lingkungan UIN Ar-Raniry terus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai strategi, mulai dari peningkatan kualitas publikasi ilmiah hingga pengembangan jurnal bereputasi internasional.

“Penguatan ini kami lakukan melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, pengembangan jurnal bereputasi, serta perluasan kolaborasi internasional,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum yang telah berkontribusi terhadap capaian tersebut.

“Atas capaian ini, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum beserta seluruh jajaran atas kerja keras dan kontribusi aktif dalam meraih prestasi gemilang ini,” katanya.

Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah dan prosiding. Dari jumlah tersebut, 49 jurnal telah terakreditasi nasional melalui sistem Science and Technology Index (SINTA).

Lebih lanjut, empat jurnal yang dikelola kampus tersebut bahkan telah terindeks Scopus kuartil satu (Q1), yakni Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita.

Salah satu jurnal unggulan, El-Usrah, yang dikelola oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, bahkan tercatat sebagai salah satu jurnal antropologi terkemuka di Asia dan masuk dalam 50 besar dunia berdasarkan pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025.

Prestasi ini melanjutkan tren positif peningkatan reputasi riset UIN Ar-Raniry dalam beberapa tahun terakhir. Pada SIR 2025, kampus tersebut menempati peringkat keempat nasional dalam kategori kinerja riset, sekaligus menjadi perguruan tinggi dengan capaian tertinggi di luar Pulau Jawa.

Pada tahun yang sama, dua dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga berhasil masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide, yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI