DIALEKSIS.COM| Takengon- Warga Kala Segi, Bintang, Aceh Tengah membangun rumah hunian sementara (Huntara) dengan swadaya. Warga para korban musibah banjir bandang saling bahu membahu.
Mereka bukan hanya mengumpulkan kayu kayu yang dibawa banjir untuk dimanfaatkan, membersihkan tapak rumah, namun secara bersama-sama membangun Huntara agar nyaman dan layak untuk dihuni.
Mengharapkan Huntara dibangun oleh pemerintah, warga setempat memperhitungkan akan lamban, apalagi sudah menjelang Ramadhan. Warga khawatir Huntara itu tidak dapat dihuni ketika Ramadhan.
Bohari, salah seorang warga Kala Segi kepada Dialeksis.com, Sabtu (1/2/2026) di sela-sela masyarakat membangun Huntara, menjelaskan, mereka hanya memiliki tenaga untuk membangun Huntara dan mengumpulkan kayu untuk diolah menjadi bahan rumah.
“Sementara untuk material lainya kami tidak punya kekuatan. Seperti seng, paku, dan lantai rumah yang dilapisi dengan triplek tebal. Ada anggota DPRK Aceh Tengah, saudara Taqwa yang tampil di depan membantu,”sebutnya.
Anggota DPRK dari PKS ini sejak awal musibah senantiasa bersama rakyat, berjuang agar rakyat tidak lapar untuk bertahan hidup, kini bersama masyarakat membangun Huntara yang lokasinya di pinggir jalan Takengon “Bintang, persis di depan rumah keluarga anggota DPRK ini.
Ada tujuh bilik Huntara yang dibangun untuk 7 KK. Sebagian lainya warga Kala Segi ada yang sudah memanfaatkan rumah di puing-puing amukan banjir, menempatinya seadanya. Ada di tenda pengungsian dan ada yang mencari rumah sewa yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Kala Segi.
Mengharapkan Huntara dibangun oleh pemerintah, tidak mungkin seluruh korban bencana ini mendapatkan Huntara. Untuk saat ini Pemerintah daerah focus membangun Huntara di dua Kecamatan, Linge dan Ketol.
Untuk tahap awal, Aceh Tengah akan membangun 781 Huntara di dua Kecamatan, Linge dan Ketol. Selain itu ada 165 KK yang masuk dalam daftar penerima dana tunggu hunian dan 1.440 KK yang rumahnya terkena musibah akan mendapatkan dana stimultan.
Menurut Iwan Januari Kadis Perkim Aceh Tengah, untuk hunian sementara 6 desa di Kecamatan Linge, Desa Kuteni Reje 97 Huntara, Delung Sekinel 101, Jamat 72, Reje Payung 91, Penarun Simpang Simpil 71 dan Umang 97.
Kecamatan Ketol untuk 3 desa, Desa Serempah dipusatkan di lapangan Ketol ada 128 KK, Bintang Pepara dipusatkan di Lapangan Bola Jalan Tengah, untuk 89 KK dan Kampung Burlah di Kala Ketol dengan jumlah Huntara mencapai 35.
Mereka yang menerima DTH (Dana Tunggu Hunian) selama tiga bulan, menurut Iwan Januari, Kadis Perkim Aceh Tengah, setiap bulanya akan menerima Rp 600 ribu. Otomatis untuk tiga bulan Rp 1,8 juta yang disalurkan langsung ke rekening korban. Jumlah penerimanya tahap awal mencapai 165 orang.