Senin, 08 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Warga Lampulo Keluhkan Sampah Tak Diangkut, Respons Cepat Walikota Illiza Jadi Perhatian

Warga Lampulo Keluhkan Sampah Tak Diangkut, Respons Cepat Walikota Illiza Jadi Perhatian

Minggu, 07 Juni 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Kondisi sampah di salah satu warga Gampong Lampulo Banda Aceh. Foto: doc Dialeksis.com

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelayanan dasar pemerintah kota kembali menjadi perhatian warga. Kali ini menyangkut persoalan sampah rumah tangga yang dilaporkan tidak terangkut selama berhari-hari di kawasan Jalan Beringin II, Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Keluhan itu disampaikan salah seorang warga Banda Aceh, Aryos Nivada. Ia mengaku sampah di rumahnya sudah beberapa hari tidak diangkut oleh petugas kebersihan. Kondisi serupa juga dialami sejumlah warga lain di kawasan Jalan Beringin II Lampulo.

Melihat kondisi tersebut, Aryos berinisiatif menyampaikan laporan langsung kepada Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

“Bu, sampah sudah berhari-hari tidak diangkut di rumah saya. Apakah ada kendala?” demikian laporan yang disampaikan Aryos kepada Wali Kota Illiza.

Tidak menunggu lama, laporan warga itu langsung mendapat respons. Illiza segera menanyakan lokasi rumah warga yang mengalami kendala pengangkutan sampah tersebut.

“Daerah mana rumahnya?” tanya Illiza merespons laporan itu.

Aryos kemudian menjawab bahwa lokasi rumahnya berada di kawasan Beringin II, Lampulo. Tak berhenti di situ, Wali Kota Illiza kembali meminta alamat lengkap agar laporan tersebut dapat segera diteruskan untuk ditindaklanjuti.

“Kirimkan alamat lengkapnya,” balas Illiza.

Pasca direspon cepat dalam hitungan jam, tim Dinas Kebersihan Kota Banda Aceh datang mengangkut sampah. Selepas itu Aryos menghubungi Walikota Banda Aceh memberikan apresiasi dan rasa terima kasih atas respon cepatnya menindaklanjuti keluhan warganya. 

Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari warga. Salah seorang warga Beringin II, yang akrab disapa Ambo, menilai sikap Wali Kota Illiza menunjukkan kepedulian seorang kepala daerah terhadap keluhan masyarakat di tingkat paling bawah.

Menurutnya, tidak semua pemimpin memiliki kepekaan dan kesigapan dalam merespons persoalan kecil yang dirasakan langsung oleh warga.

“Responsnya sangat cepat. Mau menindaklanjuti langsung keluhan warga seperti ini sangat jarang kita temukan dari pemimpin sekarang,” ujar Ambo.

Bagi warga, persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan lingkungan. Sampah yang menumpuk berhari-hari dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan, serta berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.

Karena itu, kecepatan pemerintah merespons laporan warga menjadi hal penting dalam memastikan pelayanan publik berjalan baik.

Kasus di Beringin II Lampulo ini menjadi gambaran bahwa komunikasi langsung antara warga dan kepala daerah masih sangat dibutuhkan. Di tengah berbagai persoalan kota, laporan sederhana dari warga dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk memperbaiki layanan di lapangan.

Respons cepat Wali Kota Illiza juga dinilai menjadi contoh bagaimana pemimpin daerah seharusnya hadir dalam persoalan warga. Tidak hanya pada isu besar, tetapi juga pada kebutuhan harian masyarakat, termasuk urusan sampah, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan permukiman.

Warga berharap persoalan pengangkutan sampah di kawasan tersebut segera diselesaikan, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi dinas terkait agar pelayanan kebersihan dapat berjalan lebih tertib, merata, dan tepat waktu.

“Kalau kepala daerah cepat merespons seperti ini, tentu warga merasa diperhatikan. Tinggal bagaimana dinas teknis segera bergerak di lapangan,” kata warga lainnya.

Respons cepat tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan publik yang baik tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Kadang, ia bermula dari satu pesan warga, satu keluhan sederhana, dan satu tindakan cepat dari pemimpin yang mau mendengar.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI