Sabtu, 20 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh Belum Aman dari Hujan Lebat

Aceh Belum Aman dari Hujan Lebat

Sabtu, 20 Juni 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kondisi cuaca Banda aceh pada Jumat malam 19 Juni 2026. Foto Tangkap layar Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Masyarakat Aceh dimip hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang hingga Minggu, 21 Juni 2026. Peringatan itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan diprakirakan masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Aceh.

Prakirawan BMKG Aceh, Angga Dirta, mengatakan hujan sedang hingga lebat berpeluang turun di banyak kabupaten/kota. Masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

“Wilayah Aceh berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang sampai hari Minggu (21/6/2026) nanti,” kata Angga di Banda Aceh, Jumat (19/6/2026).


Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Jumat (19/6/2026), terdapat 20 daerah di Aceh yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Daerah tersebut meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Kota Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.


Pada Sabtu (20/6/2026), potensi hujan masih cukup luas dengan cakupan 19 kabupaten/kota. Sementara pada Minggu (21/6/2026), hujan lebat diprakirakan lebih terkonsentrasi di tujuh daerah, yakni Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, dan Gayo Lues.


Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang pada periode 19 hingga 20 Juni 2026. Angin kencang diprakirakan melanda empat daerah, yaitu Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan, dan Kota Sabang.


“Kalau untuk angin kencang diprakirakan hanya melanda empat daerah pada 19-20 Juni, Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan dan Kota Sabang,” ujar Angga.


Potensi angin kencang ini perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir, daerah terbuka, dan wilayah yang memiliki banyak pohon tua atau bangunan rentan. Cuaca buruk juga dapat mengganggu aktivitas pelayaran rakyat, perjalanan darat, serta kegiatan masyarakat di luar ruangan.


BMKG menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang aktif di sekitar wilayah Indonesia bagian barat. Di antaranya pengaruh Gelombang Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin yang aktif di Samudra Hindia bagian barat Sumatera.


Selain itu, adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif. Awan jenis ini biasanya berkaitan dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang dalam durasi tertentu.


Faktor lain yang turut memperkuat potensi hujan adalah suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera. Suhu laut yang hangat meningkatkan proses penguapan dan menambah kandungan uap air di atmosfer. Kondisi tersebut memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.


Secara nasional, BMKG juga mencatat Aceh masuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem tiga harian. Pada Sabtu (20/6/2026), Aceh berada pada kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Pada 21 hingga 22 Juni 2026, Aceh masih berada pada kategori waspada hujan sedang hingga lebat.


BMKG mengingatkan, hujan sedang hingga lebat yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari, dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Risiko yang perlu diantisipasi antara lain banjir, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, serta gangguan transportasi.


Masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai, lereng perbukitan, kawasan rawan longsor, dan permukiman rendah diminta lebih waspada. Pemerintah gampong dan pihak terkait juga diharapkan memantau saluran air, kondisi sungai, serta titik-titik rawan genangan.


“Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” ucap Angga Dirta.


BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Kewaspadaan dini dinilai penting agar masyarakat dapat mengurangi risiko kerugian akibat cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat berubah cepat.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes