DIALEKSIS.COM | Aceh - Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala (USK) Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Aceh sekaligus Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh periode 2026 - 2030.
Rina terpilih dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) BAPOMI dan BPSMI Aceh yang berlangsung di Balai Senat lantai II USK, Banda Aceh, Sabtu (20/6/2026).
Musprovlub tersebut digelar setelah masa kepemimpinan ketua umum sebelumnya, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., berakhir. Mustanir sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan USK hingga 13 Mei 2026.
Dalam laporan pertanggungjawabannya, Mustanir menjelaskan bahwa kepemimpinan BAPOMI dan BPSMI di tingkat provinsi merujuk pada ketentuan AD/ART organisasi pusat.
“Sesuai AD/ART BAPOMI dan BPSMI Pusat, pimpinan BAPOMI dan BPSMI provinsi adalah ex-officio pimpinan perguruan tinggi di daerah masing-masing. Di level pusat juga demikian, ketua umum BAPOMI dan BPSMI Pusat langsung dijabat oleh Dirjen Belmawa,” kata Mustanir.
Sidang Musprovlub dipimpin presidium yang terdiri atas Drs. Abdurrahman sebagai ketua, Dr. Herman RN sebagai sekretaris, dan Agussani sebagai anggota. Forum kemudian menetapkan Rina Suryani Oktari sebagai Ketua Umum BAPOMI dan BPSMI Aceh setelah beberapa kali memberi kesempatan kepada peserta untuk mengusulkan nama lain.
Namun, peserta forum sepakat kepemimpinan BAPOMI dan BPSMI Aceh tetap dipercayakan kepada USK.
“Universitas Syiah Kuala ini perguruan tinggi tertua di Aceh. Banyak perguruan tinggi lain adalah binaan dari USK. Jadi, kami sangat sepakat kalau ketua umum kembali dipimpin oleh USK, dalam hal ini WR III USK yang baru,” ujar salah seorang peserta Musprovlub.
Dalam forum tersebut, Rina beberapa kali sempat ingin menyela. Namun, pimpinan sidang menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan forum merupakan bentuk apresiasi terhadap WR III USK.
“Bu WR jangan cemas. Forum ini dihadiri para wakil rektor III dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Kami semua percaya bahwa Bu WR mampu. Apalagi, Bu WR adalah wakil rektor perempuan pertama di USK,” ujar Abdurrahman yang disambut tepuk tangan peserta forum.
Menanggapi amanah tersebut, Rina yang akrab disapa Okta mengaku merasa diapresiasi, tetapi juga seperti sedang “diospek” oleh forum.
“Sejak dilantik sebagai WR III, saya merasa diospek terus sampai sekarang. Hari ini saya diospek oleh Bapak dan Ibu dari BAPOMI dan BPSMI Aceh. Tolong bantu saya. Jangan tinggalkan saya sendiri atas amanah ini,” ujar Okta.
Ibu dari tujuh anak itu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan, penguatan BAPOMI dan BPSMI Aceh membutuhkan kolaborasi seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Menurutnya, organisasi pembinaan olahraga dan seni mahasiswa tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan kerja bersama agar talenta mahasiswa Aceh dapat terus tumbuh dan tampil di berbagai ajang daerah maupun nasional.
“Dalam waktu dekat ada ajang seni yang harus kita laksanakan, yaitu Pekan Seni Mahasiswa Daerah atau Peksimida. Selintas saya dengar kabar, tidak ada yang berani menjadi tuan rumah karena dananya dibebankan kepada perguruan tinggi penyelenggara,” kata Okta.
Ke depan, ia mengusulkan adanya skema iuran dari perguruan tinggi yang tergabung dalam kepengurusan BPSMI Aceh. Dengan demikian, BPSMI dapat ikut membantu perguruan tinggi yang menjadi tuan rumah kegiatan seni mahasiswa di Aceh.
“Ke depan saya sarankan ada semacam iuran dari perguruan tinggi badan pengurus BPSMI Aceh agar BPSMI dapat membantu siapa saja yang menjadi tuan rumah event kesenian di Aceh,” ujarnya.
Musprovlub yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu juga menetapkan tim formatur untuk membantu Ketua Umum terpilih menyusun kepengurusan baru BAPOMI dan BPSMI Aceh periode 2026-2030.
Tim formatur BAPOMI Aceh terdiri atas Dr. Ir. Nasruddin dari Universitas Samudra, H. Ibrahim Laweung dari Universitas Teuku Umar, Dr. Hambali dari Universitas Serambi Mekkah, serta Drs. Abdurrahman dari unsur pengurus BAPOMI Aceh periode sebelumnya.
Sementara itu, tim formatur BPSMI Aceh terdiri atas Dr. Hadi Iskandar dari Universitas Malikussaleh, Dr. Ratri Candrasari dari ISBI Aceh, Dr. Mirza Murni dari Universitas Muhammadiyah Aceh, serta Dr. Herman RN dari unsur pengurus BPSMI Aceh periode sebelumnya. []
