Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda / Berita / Kak Na Serahkan Bantuan Canting dan Mesin Tenun untuk Perajin Aceh Besar

Kak Na Serahkan Bantuan Canting dan Mesin Tenun untuk Perajin Aceh Besar

Jum`at, 22 Mei 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Dekranasda Aceh Marlina Muzakir, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh serta Ketua Dekranasda Aceh Besar Rita Maya Sari, berkunjung ke workshop Malaka Batik, di kawasan Kuta Malaka, Kamis (21/5/2026). [Foto: Humas Aceh]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, menyerahkan bantuan tiga canting batik cap bermotif baru dan satu unit mesin tenun kepada perajin binaan Dekranasda Aceh Besar. Bantuan itu diberikan sebagai dukungan terhadap penguatan industri kerajinan lokal di Aceh Besar.

Perempuan yang akrab disapa Kak Na itu menyerahkan bantuan saat meninjau sejumlah sentra kerajinan di Aceh Besar, Kamis (21/5/2026). Lokasi yang dikunjungi mulai dari workshop Malaka Batik di kawasan Kuta Malaka hingga komplek perajin Dekranasda Aceh Besar di Gani.

Kedatangan istri Gubernur Aceh tersebut disambut antusias para perajin. Kehadirannya dinilai menjadi motivasi bagi pelaku usaha kerajinan untuk terus menghadirkan karya khas Aceh yang bernilai ekonomi tinggi.

Saat berada di workshop Malaka Batik, Kak Na mengaku kagum dengan kreativitas para perajin yang mampu menghasilkan beragam motif batik khas Aceh. Ia juga mengapresiasi langkah Dekranasda Aceh Besar yang sebelumnya mengirim perajin belajar membatik langsung ke Yogyakarta.

“Rumah produksinya sudah sangat bagus dan tertata rapi. Pengunjung tidak hanya bisa melihat hasil batiknya, tetapi juga menyaksikan langsung proses pembuatannya dari awal hingga selesai,” kata Kak Na.

Menurutnya, proses membatik membutuhkan ketelatenan dan kerja keras panjang. Mulai dari pencelupan warna, melukis motif, pengecapan, peluruhan lilin hingga pengeringan dilakukan dengan penuh kesabaran demi menghasilkan kain batik berkualitas.

Karena itu, ia mendorong para perajin untuk terus memperkaya motif batik khas Aceh agar semakin beragam dan memiliki daya tarik tersendiri di pasaran.

“Perbanyak motif khas Aceh. Tadi sudah ada motif Gunung Seulawah, nanti bisa dikembangkan lagi misalnya motif Gunung Geurutee atau kekhasan daerah lainnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas perajin, Kak Na menyerahkan bantuan tiga canting batik cap dengan motif baru kepada Dekranasda Aceh Besar.

Tak hanya fokus pada pengembangan batik, Kak Na juga memberi perhatian terhadap kerajinan tenun. Saat berdialog dengan perajin songket di komplek Dekranasda Aceh Besar, ia mendorong agar para perajin mulai mengembangkan produk tenun untuk memperluas ragam kerajinan daerah.

“Nanti coba dikembangkan juga kerajinan tenun. Semoga para perajin Aceh Besar bisa menjadi inspirasi bagi perajin di kabupaten dan kota lain di Aceh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kak Na juga menyerahkan bantuan satu unit mesin tenun yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus melahirkan produk-produk tenun baru khas Aceh Besar.

Selain menyerahkan bantuan, Ketua Dekranasda Aceh itu turut membeli dan memesan sejumlah produk hasil karya perajin lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM kerajinan di Aceh Besar. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI