Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Menakar Visi Misi dan Program Bacalon Rektor USK Periode 2026-2031

Menakar Visi Misi dan Program Bacalon Rektor USK Periode 2026-2031

Rabu, 14 Januari 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn
Foto: dok USK 

DIALEKSIS.COM | Aceh - Tahapan penyaringan pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 yang digelar pada Senin (12/1/2026) menetapkan tiga nama terbaik yang berhak melaju ke tahap pemilihan akhir. Proses penyampaian visi, misi, dan program kerja enam bakal calon rektor berlangsung di hadapan Majelis Wali Amanat (MWA) dan disiarkan secara langsung melalui kanal resmi YouTube USK.

Berdasarkan perolehan suara terbanyak, MWA menetapkan tiga calon rektor terpilih, yaitu: Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A.

Tahapan ini sekaligus menandai berakhirnya proses penjaringan enam bakal calon rektor yang sebelumnya mengikuti pemaparan visi, misi, dan program kerja di hadapan anggota MWA. Keenam bakal calon tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si; Prof. Dr. Ir. Marwan; Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A.; Dr. Ir. Ramzi Adriman; Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah; serta Prof. Dr. Rita Khathir.

Agar lebih mendalami penyampaian visi misi bacalon Rektor USK mendatang, tim redaksi Dialeksis, Rabu (14/01/2026) mendalami satu persatu di mulai dari sosok Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si lebih fokus mutu akademik dan internasionalisasi. 

Dalam pemaparannya, Prof. Agussabti menonjol melalui penyusunan visi dan misi yang terstruktur, sistematis, serta mudah dipahami oleh audiens. Ia tidak hanya menyampaikan gagasan besar, tetapi juga memaparkan peta jalan strategis yang realistis disertai indikator keberhasilan yang jelas untuk setiap program unggulan.

“Pendekatan berbasis data, penguatan mutu akademik, serta akselerasi internasionalisasi program studi menjadi benang merah dalam visi yang ditawarkan. Hal tersebut dinilai memberikan sinyal kuat bahwa USK dapat bergerak lebih proaktif dalam menghadapi tantangan persaingan global,” jelasnya.

Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik pada periode sebelumnya, Agussabti dikenal memiliki rekam jejak administrasi dan akademik yang solid, dengan capaian nyata dalam pengembangan sumber daya manusia kampus. Kombinasi pengalaman internal dan visi strategis tersebut memberikan bobot tersendiri dalam kontestasi pemilihan rektor kali ini.

Masuk ke sosok Prof. Dr. Ir. Marwan dari pemaparan visi dan misi lebih mengarah kepada kontinuitas kepemimpinan dan tata kelola kampus. 

Prof. Marwan, yang saat ini menjabat sebagai Rektor USK, mengusung pendekatan stabilitas dan keberlanjutan dalam penyampaian visinya. Program-program yang diusulkan berfokus pada penguatan tata kelola internal, menjaga kesinambungan kemajuan yang telah dicapai, serta mempertahankan posisi USK di tingkat nasional dan internasional.

Keberhasilan USK masuk dalam pemeringkatan QS Sustainability World University Rankings menjadi salah satu capaian yang disoroti sebagai hasil kepemimpinannya. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai pendekatan yang disampaikan cenderung konservatif dan belum banyak menampilkan gagasan terobosan yang bersifat disruptif. Namun, bagi pemilih yang mengutamakan konsistensi dan kesinambungan kebijakan, model kepemimpinan ini tetap menjadi opsi yang menarik.

Bacalon berikut presentasi visi dan misi yakni Prof. Dr. Mirza Tabrani lebih mengarah ke pendekatan manajerial dan kemitraan strategis. 

Prof. Mirza Tabrani memaparkan visi yang menitikberatkan pada pendekatan manajerial modern serta penguatan jejaring kemitraan strategis, baik dengan dunia usaha maupun industri. Ia menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendanaan, riset berbasis kebutuhan pasar, serta sinergi dengan sektor swasta guna memperluas kontribusi universitas terhadap pembangunan ekonomi lokal dan nasional.

Pendekatan ini dinilai relevan di tengah dinamika perubahan cepat pendidikan tinggi. Namun, dalam penyampaiannya, sejumlah gagasan masih bersifat makro dan konseptual. Beberapa program dinilai belum disertai peta jalan implementasi yang rinci, khususnya terkait mekanisme pengawasan, pembiayaan berkelanjutan, serta mitigasi risiko kerja sama dengan sektor swasta.

Sementara itu, Dr. Ir. Ramzi Adriman menonjol dengan visi penguatan inovasi teknologi dan riset aplikatif. Ia menekankan pemanfaatan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kapasitas riset mahasiswa dan dosen. Meski menjanjikan, sejumlah gagasan dinilai masih memerlukan perincian operasional agar dapat diterapkan secara terukur di tingkat universitas.

Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah mengusung visi penguatan sains dasar dan penelitian fundamental sebagai fondasi utama universitas. Namun, beberapa pengamat menilai perlunya integrasi yang lebih jelas antara riset dasar dan kebutuhan nyata masyarakat serta pemangku kepentingan.

Adapun Prof. Dr. Rita Khathir menawarkan pendekatan riset berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan pengembangan produk lokal. Konsep ini dinilai kuat dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, meskipun kurang menonjol dalam isu tata kelola dan pembiayaan universitas secara menyeluruh.

Tiga calon terpilih selanjutnya akan mengikuti tahapan pemilihan akhir yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Februari 2026. Tahapan ini akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin Universitas Syiah Kuala untuk periode 2026 - 2031.

Dengan beragam kekuatan dan pendekatan yang ditawarkan masing-masing kandidat, keputusan akhir MWA diharapkan mencerminkan kombinasi visi inovatif, kapasitas birokrasi, serta komitmen kuat dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era global. 

Di antara para kandidat, pemaparan Prof. Agussabti mendapat perhatian tersendiri dalam berbagai diskusi publik karena dinilai lugas, implementatif, dan berbasis data dalam mendorong pembangunan USK yang berkelanjutan ke depan.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI