Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Data / BPS Aceh Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun pada Awal 2026

BPS Aceh Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun pada Awal 2026

Minggu, 08 Maret 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Wisatawan sedang snorkling di tempat wisata bahari Iboih, Sabang, Aceh.[Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada awal tahun 2026 mengalami penurunan. Data terbaru menunjukkan, jumlah wisman yang datang ke Aceh pada Januari 2026 tercatat sebanyak 3.666 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan angka tersebut turun cukup signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh pada Januari 2026 mencapai 3.666 kunjungan. Angka ini turun sebesar 24,19 persen dibandingkan Desember 2025,” kata Agus Andria dalam rilis resmi statistik pariwisata Aceh yang diolah media dialeksis.com, Minggu (8/3/2026).

Selain penurunan secara bulanan, jumlah kunjungan wisman tersebut juga mengalami penurunan secara tahunan. Jika dibandingkan Januari 2025, jumlah kunjungan wisman pada Januari tahun ini turun sebesar 5,81 persen.

Menurut Agus, BPS memantau pergerakan wisatawan mancanegara melalui dua pintu masuk utama ke Aceh, yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh Besar serta Pelabuhan Internasional Balohan di Kota Sabang.

Dua jalur tersebut menjadi pintu utama bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Aceh, baik melalui jalur udara maupun jalur laut dari negara tetangga.

“Pemantauan kunjungan wisman dilakukan melalui dua pintu masuk internasional, yakni Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan Sabang,” ujarnya.

Selain data kunjungan wisatawan, BPS Aceh juga merilis indikator pariwisata lainnya yakni tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, baik hotel berbintang maupun hotel nonbintang.

Pada Januari 2026, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Aceh tercatat sebesar 19,31 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

“TPK hotel berbintang pada Januari 2026 sebesar 19,31 persen. Angka ini turun 8,22 persen poin dibandingkan Desember 2025,” kata Agus.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, tingkat hunian hotel berbintang di Aceh juga mengalami penurunan sebesar 4,08 persen poin dari Januari 2025.

Sementara itu, tingkat penghunian kamar pada hotel nonbintang juga mengalami penurunan meski tidak sebesar hotel berbintang. Pada Januari 2026, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 15,14 persen.

“TPK hotel nonbintang pada Januari 2026 sebesar 15,14 persen, turun 0,67 persen poin dibandingkan Desember 2025,” jelasnya.

Secara tahunan, tingkat hunian hotel nonbintang tersebut juga mengalami penurunan sebesar 4,25 persen poin dibandingkan Januari 2025.

Selain sektor pariwisata dan perhotelan, BPS juga mencatat pergerakan transportasi di Aceh pada Januari 2026. Data menunjukkan jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda mencapai 23.563 orang.

Angka tersebut turun sebesar 9,97 persen dibandingkan dengan Desember 2025. Namun secara tahunan, jumlah penumpang domestik ini justru mengalami peningkatan.

“Jika dibandingkan Januari 2025, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda meningkat sebesar 10,94 persen,” kata Agus.

Sementara itu, untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Januari 2026 tercatat sebanyak 12.388 orang.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 8,64 persen dibandingkan Desember 2025. Namun jika dibandingkan dengan Januari tahun lalu, jumlah penumpang internasional tersebut mengalami penurunan sebesar 4,23 persen.

Di sektor transportasi laut, BPS juga mencatat adanya penurunan jumlah penumpang. Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan laut di Provinsi Aceh pada Januari 2026 tercatat sebanyak 57.224 orang.

“Jumlah penumpang angkutan laut ini turun sebesar 12,03 persen dibandingkan Desember 2025,” ujar Agus.

Penurunan tersebut bahkan terlihat lebih tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dibandingkan Januari 2025, jumlah penumpang angkutan laut di Aceh turun hingga 38,54 persen.[nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI