Minggu, 07 Juni 2026
Beranda / Data / Data DPMPTSP Aceh Berbicara, Tren Investasi Nagan Raya Menguat di Kepemimpinan TRK

Data DPMPTSP Aceh Berbicara, Tren Investasi Nagan Raya Menguat di Kepemimpinan TRK

Minggu, 07 Juni 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Kabupaten Nagan Raya kembali mencatat sinyal positif dalam peta investasi Aceh. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh menunjukkan daerah itu masih menjadi salah satu wilayah penting dalam realisasi investasi di provinsi ujung barat Sumatra.

Dalam rilis DPMPTSP Aceh, realisasi investasi Aceh Triwulan IV 2025 mencapai Rp1,26 triliun. Dari angka tersebut, Nagan Raya menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp336,18 miliar atau 26,75 persen. Memasuki Triwulan I 2026, Nagan Raya kembali berada di posisi atas dengan realisasi investasi Rp310,56 miliar atau 20,76 persen. 

Capaian itu memperlihatkan Nagan Raya tidak lagi hanya dipandang sebagai daerah lintasan ekonomi, tetapi mulai dibaca sebagai salah satu titik pertumbuhan investasi di Aceh. Sektor berbasis sumber daya alam, perkebunan, energi, industri pengolahan, serta turunannya menjadi penopang utama yang membuat daerah ini terus menarik perhatian pelaku usaha.

Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK, menyambut positif tren tersebut. Menurutnya, kenaikan dan konsistensi realisasi investasi menjadi tanda bahwa kepercayaan pelaku usaha terhadap Nagan Raya semakin membaik.

“Bagi kami, investasi bukan sekadar angka dalam laporan. Investasi harus menjadi jalan untuk membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi rakyat, memperkuat pendapatan daerah, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Nagan Raya,” ujar TRK.

TRK menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya akan terus menjaga iklim investasi tetap kondusif. Menurutnya, investor yang masuk secara sah, taat aturan, menghormati kearifan lokal, dan berkomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat harus diberikan kepastian pelayanan dan perlindungan hukum.

“Pemkab Nagan Raya membuka diri bagi investasi yang sehat. Tetapi prinsipnya jelas, investasi harus berjalan sesuai regulasi, menghormati lingkungan, melibatkan tenaga kerja lokal, dan memberi nilai tambah bagi daerah,” tegasnya.

“Investasi senilai Rp200 triliun itu menjadi peluang besar bagi Nagan Raya. Rencananya, investasi tersebut akan diarahkan untuk pembangunan ekosistem pabrik baterai listrik dari hulu hingga hilir, termasuk program replanting kelapa sawit, pembangunan pabrik pengolahan sawit, hingga penguatan akses pelabuhan laut. Intinya, seluruh rencana besar ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi Nagan Raya, membuka lapangan kerja, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dan merasakan langsung manfaat dari masuknya investasi,” tegasnya.

Ia menyebutkan, ke depan pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pelayanan perizinan, kesiapan lahan, dukungan infrastruktur, hingga komunikasi sosial dengan masyarakat. Langkah itu dinilai penting agar investasi tidak hanya berhenti pada komitmen, tetapi benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya.

TRK juga menilai posisi Nagan Raya sangat strategis. Selain memiliki potensi perkebunan, pertambangan, energi, dan industri pengolahan, daerah ini juga memiliki peluang besar dalam pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah barat selatan Aceh.

“Kita ingin Nagan Raya menjadi rumah yang nyaman bagi investasi. Namun kenyamanan itu harus dibangun dengan tata kelola yang baik, keterbukaan, dan keberpihakan kepada masyarakat,” katanya.

Data DPMPTSP Nagan Raya juga mencatat realisasi investasi Triwulan I 2026 mencapai Rp406,33 miliar dari 452 proyek usaha, dengan dominasi sektor CPO, perkebunan sawit, dan sektor pendukung lainnya. Data ini menunjukkan aktivitas usaha di Nagan Raya bergerak pada skala yang semakin luas. 

Sebelumnya, realisasi investasi Nagan Raya pada 2023 juga pernah menembus Rp3,7 triliun lebih dan menyerap 2.320 tenaga kerja. Angka tersebut meningkat 42 persen dibandingkan tahun 2022 yang berada pada kisaran Rp2,6 triliun. 

Bagi TRK, rangkaian data tersebut menjadi dasar untuk memperkuat arah pembangunan daerah. Ia menekankan, investasi harus dikelola sebagai instrumen pembangunan, bukan sekadar kepentingan bisnis.

“Investasi yang baik adalah investasi yang menghadirkan rasa adil. Pemerintah daerah akan memastikan masyarakat tidak menjadi penonton di tanahnya sendiri. Warga lokal harus mendapat ruang dalam tenaga kerja, usaha pendukung, dan manfaat ekonomi lainnya,” ujar TRK.

Dengan tren positif tersebut, Nagan Raya dinilai memiliki momentum untuk mempertegas diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Aceh. Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan TRK dituntut mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI