Beranda / Liputan Khusus / Dialetika / Menaruh Harapan Pada Sosok Dirut Bank Aceh Syari'ah

Menaruh Harapan Pada Sosok Dirut Bank Aceh Syari'ah

Jum`at, 20 Januari 2023 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Baga

Bank Aceh Syariah. [Foto: Ist]

Nyaris senada disampaikan Akademisi Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS), Hardianto Widyo Priohutomo. Dia menilai komentar Ketua DPW NasDem Aceh tersebut sebagai hal yang biasa di dalam dunia politik.

Menurutnya, ada beberapa penjelasan rasional yang bisa menjadi pertimbangan terhadap komentar Ketua DPW NasDem Aceh untuk Calon Dirut Bank Aceh Syariah.

Diantaranya, kata dia, berkaitan dengan sosok Ketua Umum DPP NasDem Aceh, Surya Paloh yang berasal dari Aceh, dan juga karena sifat politik yang dinamis.

“Awalnya mendukung siapa saja boleh, sekarang mendukung putra Aceh tok. Bisa saja ada sentimen yang terkait dengan legitimasi politik,” ujar Hardianto.

Berhubung sedang memasuki tahun-tahun politik, Hardianto yang juga pengamat politik menilai dukungan Calon Dirut Bank Aceh Syariah yang dilakukan NasDem Aceh kemungkinan mengarah ke persiapan Pemilu 2024.

Dialeksis.com punya secuil catatan tentang BAS. Bank Aceh Syariah selama keberadaannya masih terjebak dalam produk konsumtif bagi nasabah. Bagaimana dengan peranan BAS, apakah sudah mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan dunia usaha di Aceh.

Ada catatan kecil, BAS belum optimal memanfaatkan pengelolaan dana untuk investasi skala besar di Aceh. Bercontohlah kepada Bank di luar Aceh yang mampu melakukan terobosan sehingga pertumbuhan ekonomi dirasakan masyarakat.

Bagaimana dengan pola penempatan pejabat dan staf di internal Bank Aceh Syariah. Kalau mau jujur menilainya dan diteliti lebih mendalam, masih terkesan penempatan sejumlah pejabat di BAS lebih terkesan relasi emosional dan kekerabatan.

Tentunya ini kurang bagus. Karena masyarakat Aceh membutuh sosok pemimpin Bank Aceh Syariah yang dapat mereformasi total dalam kebijakan kredit yang tidak di dominasi dalam hal kredit konsumtif tapi lebih mengarah kredit produktif.

Termasuk dalam penempatan pejabat di bank kebanggaan rakyat ini, wajib dilakukan lelang jabatan terbuka, mulai dari kepala cabang hingga kepala devisi. Semua itu harus dilakukan agar BAS semakin professional ke depanya.

Bila dilakukan secara proporsional, tidak ada masalah siapa pun sosok direktur utama BAS. Terpenting dia memiliki kemampuan, berintegritas serta mampu bersikap berani mengubah total birokrasi BAS menjadi lebih baik ke depannya.

Tentunya kita berharap agar Bank Aceh Syariah ke depanya ada perubahan terobosan, ada perbaikan ke arah yang semakin baik.(Bahtiar Gayo)

Halaman: 1 2 3
Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda