Beranda / Liputan Khusus / Diaspora / Mie Aceh Spagetti Ala Konya

Mie Aceh Spagetti Ala Konya

Senin, 30 November 2020 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Kun Misbahul Munawar
Foto: doc Munawar

DIALEKSIS.COM | Turki - Kuliner khas Mie Aceh kini semakin mendunia. Bahkan para penikmat jenis mie yang sangat kaya bumbu tersebut, kini bisa menikmatinya di tengah udara dingin winter di negara Turki tepatnya Kota Konya.

Pasalnya, Siti Arifa Diana, seorang mahasiswa Strata 2 Seljuk Universitesi, sejak dua bulan terakhir mulai aktif berjualan Mie Aceh di sela-sela kewajibannya sebagai menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa di Universitas. Usaha kuliner rumahan yang mulai dijalankan olehnya tiga bulan lalu ini ini semakin laris. Banyak teman teman sesama Indonesia memesan, sebagai pengobat kerinduan terhadap makanan khas daerah.

Arifa dalam ceritanya di live Instagram tajuk Kuwah Tuhe Interchage berkisah tentang kesehariannya yang hobi memasak menjadi bisnis sampingan penawar rasa suntuk selama masa pandemik ini.

Usaha Mie Aceh yang ia jalankan, tercetus karena permintaan teman-teman yang berkunjung, dan berkumpul ke apartemennya, dan juga banyaknya mahasiswa Aceh di Turki yang rindu terhadap makanan khas kampung halaman.

Karena seringnya permintaan dari teman-teman yang berkunjung ke tempatnya tinggal yang ingin dibuatkan Mie Aceh, akhirnya tercetus ide untuk menjadikannya sebagai bisnis sampingan mengisi waktu kosong disela kesibukan menulis Thesis.

Arifa penerima beasiswa YTB Tahun 2017 ini kembali menceritakan, dalam memasak Mie Aceh ini, ia, memesan paket kiriman bumbu dari teman yang akan berangkat kuliah ke Turki atau teman-teman yang balik kuliah ke Turki, biasanya teman-temen membawa bumbu mie Aceh jenis bubuk, bukan bumbu basah seperti umumnya, disebabkan terlalu berat untuk paket pengiriman dan bumbu jenis bubuk ini lebih tahan lama. Kemudian katanya, ia meracik ulang dengan tambahan beberapa rempah lain, agar cita rasa mendekati rempah Aceh, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, Jintan manis, bumbu kari powder dan kaldu ayam serta sedikit garam, jelaskan gadis berkulit putih ini.  

"Hal menarik dari mie Aceh khas turki kreasi saya ini, yaitu jenis mie yang ia gunakan bukanlah mie kiloan seperti khas mie Aceh yang berada di Aceh, ini disebabkan di pasar pasar traditional di Turki tidak tersedia jenis mie kiloan, jadi saya Arifa menyiasatinya dengan menggunakan Spaghetti sebagai pengganti. Selain karena teksturnya sama, kandungan nutrisinya juga lebih baik dari mie kiloan ditambah ukurannya lebih besar cocok untuk kondisi anak kost dipentauan", ujarnya saat bercerita. 

Untuk pemesanan, Arifa mengungkapkan, biasanya teman-teman yang melakukan pemesanan Sebelumnya atau Preorder, karena memang tidak dimasak banyak hanya untuk kalangan terbatas saja, disebabkan kurang maksimalnya ukuran kulkas di apartemen. Untuk pilihan menu mie Aceh kreasinya 

Ia menawarkan pilihan seperti Mie Aceh rasa daging, ayam, jamur, dan seafood (udang). Biasanya setiap hari ada sekitar 15-20 porsi pemesan, tidak hanya dari teman-teman sesama orang Aceh saja, teman-teman dari luar Aceh juga bahkan sering teman-teman dari Malaysia menjadi pemesan tetap. Tapi untuk orang Turki sendiri sih, tidak, disebabkan perbedaan rasa lidah, dikarenakan orang Turki tidak suka makanan aroma rempah yang menusuk serta bercita rasa pedas, ungkap mahasiswi kelahiran Lhokseumawe 1994 ini.

Dalam dialog inter aktif di akun Instagram Kun_misbahulmunawar tersebut, Arifa berpesan kepada teman-teman yang akan melanjutkan kuliah, agar mempersiapkan juga skill dasar memasak, "mungkin, salah satu hal keterampilan yang sering dilupakan oleh teman-teman calon mahasiswa yang akan berangkat kuliah, yaitu kemampuan dasar memasak, ini perlu karena, karena Ketika tiba diperantauan nantinya kita akan merindukan makanan khas daerah, apalagi jika ada acara-acara berkumpul bersama dengan teman teman yang berbeda daerah, pasti ingin saling menukar sajian makanan, mencoba cita rasa dari daerah lain. Sangat perlu malah mempelajari satu dua makanan khas yang menjadi citra budaya kita diperantauan. Untuk tata cara tutorialnya bisa dilihat di youtube tetapi cara mengolah dan meracik bumbunya ini perlu pemahaman dasar," tutup Arifa bercerita.

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda