Kamis, 27 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 273 Orang, 1.300 Lebih Masih Hilang

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 273 Orang, 1.300 Lebih Masih Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto udara memperlihatkan rumah-rumah yang terendam lumpur akibat banjir bandang di Devighat, Kotamadya Bidur, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 27 Agustus 2026. [Foto: Prabin Ranabhat/AFP via Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Nepal - Banjir bandang besar melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8/2026). Sedikitnya 273 orang tewas, sementara lebih dari 1.300 orang masih dinyatakan hilang hingga Kamis pagi.

Di Nepal, otoritas setempat melaporkan sedikitnya 270 jenazah telah ditemukan dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung.

Otoritas Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nepal menyebut sedikitnya 826 orang masih belum dapat dihubungi. Dari jumlah tersebut, 579 merupakan wisatawan, termasuk 476 warga negara asing dan 114 warga Nepal.

Sementara itu, di wilayah Tibet, China, tiga orang dilaporkan tewas dan 558 lainnya masih hilang, berdasarkan laporan kantor berita Xinhua yang mengutip pejabat setempat.

Banjir terjadi sekitar pukul 08.40 waktu setempat di Distrik Rasuwa, Nepal, dekat perbatasan Tibet. Air bah melanda kawasan sepanjang Sungai Trishuli, merusak jembatan dan jalan serta menenggelamkan sejumlah bangunan.

Bencana tersebut diduga dipicu tanah longsor sekitar 12 mil atau 19 kilometer dari pos perbatasan Rasuwagadhi. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat aktivitas seismik berkekuatan 5,2 magnitudo yang berkaitan dengan longsor tersebut.

Jumlah korban hilang masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian. Dewan Pariwisata Nepal menyebut 63 warga Amerika termasuk dalam daftar orang yang belum diketahui keberadaannya.

Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa dan mengirim penasihat tanggap bencana untuk membantu penanganan. AS juga menyiapkan bantuan sebesar 500.000 dolar AS melalui Catholic Relief Services untuk mendukung tempat penampungan darurat, bantuan kebutuhan dasar, serta layanan air, sanitasi, dan kebersihan.

Sementara itu, Yayasan Isha mengungkapkan 77 orang yang mengikuti tur mereka berada di pusat imigrasi perbatasan Nepal-Tibet ketika banjir terjadi. Sebanyak 22 di antaranya merupakan warga Amerika.

Operasi pencarian dan penyelamatan oleh Angkatan Darat Nepal masih terus dilakukan untuk menemukan korban yang hilang dan mengevakuasi warga terdampak. [abc news]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai
dishub