Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Fasilitas Nuklir Israel Disasar, Puluhan Warga Terluka

Fasilitas Nuklir Israel Disasar, Puluhan Warga Terluka

Minggu, 22 Maret 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Citra satelit yang menunjukkan perluasan fasilitas nuklir Dimona di gurun Negev, Israel. Foto: fissilematerials.org


DIALEKSIS.COM | Internasional - Sekitar 50 orang dilaporkan terluka setelah rentetan rudal yang diluncurkan dari Iran menghantam wilayah Dimona, di selatan Israel, Sabtu (21/3/2026). Informasi tersebut disampaikan sejumlah media Israel di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.


Dimona dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir utama Israel. Laporan media setempat, termasuk Channel 12, menyebutkan bahwa serpihan hasil pencegatan rudal jatuh di wilayah tersebut dan memicu kebakaran. Momen benturan bahkan terekam kamera warga di sekitar lokasi kejadian.


Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi adanya “dampak langsung” rudal Iran terhadap sebuah bangunan yang berkaitan dengan fasilitas penelitian nuklir di kota tersebut. Saat ini, pihak militer tengah menyelidiki kegagalan sistem pertahanan udara dalam mencegat rudal balistik yang masuk.


Sementara itu, televisi pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai aksi balasan atas serangan sebelumnya yang menargetkan situs nuklir Natanz di Iran. Meski demikian, laporan media lokal Iran menyebutkan tidak ada kebocoran bahan radioaktif akibat serangan tersebut.


Di tengah konflik yang terus meningkat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan menghentikan operasi militer. Ia menyatakan bahwa pasukan AS telah “menghancurkan segalanya” dan menolak opsi gencatan senjata dalam waktu dekat.


Dukungan terhadap Iran juga datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut Teheran sebagai “mitra yang setia dan dapat diandalkan” dalam pesan perayaan Nowruz yang dirilis Kremlin.


Dampak konflik turut merembet ke sektor energi global. Irak dilaporkan menetapkan status force majeure pada sejumlah ladang minyak yang dioperasikan asing, menyusul gangguan distribusi melalui Selat Hormuz. Produksi minyak mentah di wilayah selatan Irak pun anjlok drastis dari sekitar 3,3 juta barel per hari menjadi hanya sekitar 900.000 barel per hari.


Di lokasi lain, serangan drone juga dilaporkan memicu kebakaran besar di dekat kompleks militer yang terkait dengan AS di Baghdad. Iran mengklaim telah menargetkan infrastruktur militer di Bandara Ben Gurion, termasuk depot bahan bakar dan fasilitas pengisian pesawat.


Situasi kawasan hingga kini masih sangat dinamis, dengan potensi eskalasi lanjutan yang dapat berdampak luas, baik secara geopolitik maupun ekonomi global.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI