Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Macron Serukan Dunia Tak Jadi “Bawahan” AS dan China, Dorong “Jalan Ketiga”

Macron Serukan Dunia Tak Jadi “Bawahan” AS dan China, Dorong “Jalan Ketiga”

Minggu, 05 April 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: AFP


DIALEKSIS.COM | Internasional - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak negara-negara di seluruh dunia agar tidak menjadi “bawahan” Amerika Serikat (AS) maupun China. Seruan itu disampaikan saat kunjungannya ke Korea Selatan pada Jumat (3/4).

Berbicara di hadapan mahasiswa di Yonsei University, Seoul, Macron menegaskan pentingnya menjaga kemandirian di tengah rivalitas dua kekuatan besar tersebut.

“Saya pikir tujuan kita bukanlah menjadi bawahan dari dua kekuatan hegemonik [AS dan China]. Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah, China, juga tidak ingin terlalu terpapar pada ketidakpastian AS,” ujar Macron, seperti dilaporkan TASS.

Macron juga mengajak negara-negara lain untuk membangun koalisi yang tidak bergantung pada kedua negara tersebut. Ia menyebut kemungkinan terbentuknya “jalan ketiga” yang melibatkan sejumlah negara dengan visi serupa.

“Dengan kesamaan agenda yang dianut oleh Korea Selatan, Prancis, juga dengan melibatkan negara-negara Eropa lainnya, Kanada, Jepang, India, Brasil, Australia, kita bisa memiliki semacam ‘jalan ketiga’,” katanya.

Lebih lanjut, Macron menilai bahwa negara-negara besar seperti AS mulai menunjukkan langkah-langkah yang berpotensi mengancam tatanan internasional.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Macron dan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, serta isu NATO.

Perselisihan tersebut mencuat setelah Prancis menolak mendukung langkah militer AS dan Israel terhadap Iran. Bahkan, Prancis dilaporkan melarang militer AS menggunakan pangkalan udaranya di kawasan.

“Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” kata Macron dalam pernyataan sebelumnya.

Selain itu, Prancis juga disebut bergabung dengan Rusia dan China dalam menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang berpotensi membuka jalan bagi operasi militer untuk mengamankan Selat Hormuz.

Langkah dan pernyataan Macron ini mencerminkan upaya Prancis mendorong tatanan dunia yang lebih multipolar di tengah meningkatnya rivalitas global.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI