Jum`at, 22 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Polisi Selidiki Motif Kebakaran Fakultas Pertanian USK, Keributan Mahasiswa Diduga Jadi Pemicu

Polisi Selidiki Motif Kebakaran Fakultas Pertanian USK, Keributan Mahasiswa Diduga Jadi Pemicu

Kamis, 21 Mei 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Petugas Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh melakukan olah TKP pascakebakaran dan pengrusakan fasilitas di Fakultas Pertanian USK, Kamis (21/5/2026). Foto: ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Polresta Banda Aceh masih menyelidiki motif dan aktor di balik peristiwa terbakarnya sejumlah fasilitas di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Kamis (21/5/2026) dini hari.

Dalam insiden tersebut, api tidak hanya membakar bagian Gedung Fakultas Pertanian, tetapi juga pos satpam, tiga unit sepeda motor, dan satu unit mobil yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas Iptu Eddy Musfikar mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan awal untuk mengungkap penyebab dan rangkaian peristiwa sebelum kebakaran terjadi.

“Kami sedang melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK, pos satpam, dan sepeda motor yang terparkir di area tersebut,” ujar Iptu Eddy Musfikar dalam keterangannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Eddy, sebelum kebakaran terjadi sempat berlangsung keributan antarmahasiswa. Keributan itu diduga melibatkan dua kelompok mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik.

Menurutnya, ketegangan antarkelompok tersebut sudah terjadi dalam dua hari terakhir dan kembali memanas beberapa jam sebelum fasilitas kampus terbakar.

“Dua kelompok mahasiswa yang diduga dari Fakultas Pertanian dan Teknik dalam dua hari lalu terjadi keributan. Kemudian keributan berlanjut beberapa jam sebelum terbakarnya area tersebut,” sebutnya.

Eddy menjelaskan, keributan itu sempat berujung pada aksi pengrusakan. Sejumlah fasilitas kampus, seperti kaca gedung dan fasilitas ruangan, diduga dilempari hingga mengalami kerusakan.

Dalam penyelidikan awal, polisi juga menemukan adanya dua mahasiswa Fakultas Teknik yang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Mengetahui adanya mahasiswa yang terluka, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik diduga melakukan aksi balasan ke Fakultas Pertanian. Mereka disebut melakukan pelemparan batu dan membawa bom molotov.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas di Fakultas Pertanian mengalami kerusakan. Api kemudian membakar bagian gedung, laboratorium, pos satpam, serta kendaraan yang berada di lokasi.

“Dari kejadian tersebut, tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil turut terbakar,” kata Eddy.

Api berhasil dipadamkan setelah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh bersama BPBD Aceh Besar turun ke lokasi.

Eddy menegaskan, Polresta Banda Aceh akan terus menindaklanjuti kasus tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam pengrusakan dan pembakaran fasilitas pendidikan.

“Kasus ini tetap kita tindak lanjuti guna mengungkap aktor pelaku yang mengakibatkan rusaknya fasilitas pendidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polresta Banda Aceh telah melakukan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) pascapengrusakan dan kebakaran di lingkungan Fakultas Pertanian USK.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan, mengawetkan, mengemas, mengangkut, serta mendokumentasikan bukti fisik yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengetahui sumber awal api yang membakar fasilitas kampus tersebut.

“Saat ini kami sedang melakukan olah TKP guna mengetahui sumber awal api yang membakar Gedung Fakultas Pertanian, sepeda motor, serta pos pengamanan USK,” ujar Kompol Dizha.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga akan mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di lingkungan kampus USK, termasuk dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam aksi pengrusakan dan pembakaran.

“Hasilnya nanti akan kami sampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Kompol Dizha juga meminta masyarakat atau pihak yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar bersedia membantu kepolisian.

“Mohon kerja samanya apabila mengetahui siapa aktornya, agar diberitahukan kepada kami. Kerahasiaan pelapor tetap terjaga,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI