Jum`at, 22 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Dukung Investasi di Beutong Ateuh, Ismet Tanjung: Harus Buka Lapangan Kerja dan Majukan Anak Muda

Dukung Investasi di Beutong Ateuh, Ismet Tanjung: Harus Buka Lapangan Kerja dan Majukan Anak Muda

Kamis, 21 Mei 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Ketua Karang Taruna Provinsi Aceh, Ismet Tanjung. Foto: for Dialeksis.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Karang Taruna Provinsi Aceh, Ismet Tanjung, menyatakan dukungan terhadap rencana investasi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Ia menilai, investasi tersebut dapat menjadi pintu masuk percepatan pembangunan kawasan pedalaman Aceh, terutama dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan pemuda, dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Dukungan itu disampaikan Ismet setelah Dialeksis melakukan wawancara ulang terkait pandangannya terhadap rencana pengembangan investasi di wilayah tersebut. Menurutnya, Beutong Ateuh Banggalang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun selama ini belum sepenuhnya mampu menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Prinsipnya kita mendukung investasi yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Beutong Ateuh Banggalang punya potensi besar. Kalau dikelola dengan baik, daerah ini bisa menjadi kawasan maju dan strategis di Aceh,” ujar Ismet kepada Dialeksis, Kamis (21/5/2026).

Ismet menegaskan, investasi tidak boleh hanya dilihat dari sisi masuknya modal, tetapi juga harus diukur dari sejauh mana keberadaannya mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Terutama menyangkut ketersediaan lapangan kerja, pemberdayaan pemuda, peningkatan ekonomi lokal, dan kontribusi terhadap pembangunan sosial.

Menurutnya, masyarakat Beutong Ateuh Banggalang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan pembangunan. Letaknya yang jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi membuat akses masyarakat terhadap peluang kerja, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur belum sepenuhnya setara dengan daerah lain.

“Investasi ini harus menjadi jalan keluar dari keterisolasian ekonomi. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Anak-anak muda Beutong Ateuh harus dilibatkan, diberi pelatihan, dan disiapkan agar bisa menjadi bagian penting dari proses pembangunan,” katanya.

Ia menilai, kehadiran investasi akan sangat berarti apabila mampu menghadirkan program pelatihan keterampilan bagi generasi muda. Dengan begitu, pemuda setempat tidak hanya menjadi tenaga kerja biasa, tetapi juga memiliki kapasitas untuk naik kelas dalam berbagai sektor ekonomi yang tumbuh di daerahnya.

“Karang Taruna melihat pemuda sebagai kekuatan utama pembangunan. Kalau investasi hadir, maka harus ada transfer pengetahuan, pelatihan kerja, dan pembinaan usaha. Ini penting agar pemuda Beutong Ateuh tidak tertinggal, tetapi justru menjadi pelaku utama perubahan,” jelasnya.

Ismet juga mengingatkan agar investasi di Beutong Ateuh Banggalang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat adat, lingkungan hidup, dan keberlanjutan sosial. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat lokal dan nilai-nilai kearifan yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menyebut, investasi yang baik adalah investasi yang tumbuh bersama masyarakat, bukan yang hanya mengambil keuntungan dari potensi daerah. Karena itu, komunikasi antara investor, pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen sipil harus dibangun secara terbuka sejak awal.

“Semua pihak harus duduk bersama. Pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa investasi berjalan transparan, taat aturan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Kalau ini dilakukan dengan benar, saya yakin masyarakat akan mendukung,” ujarnya.

Lebih jauh, Ismet menyoroti kondisi pembangunan di kawasan pedalaman Aceh yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius. Ia menyebut sektor pendidikan, kesehatan, akses jalan, dan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari agenda besar pembangunan Beutong Ateuh Banggalang.

“Tidak wajar daerah yang memiliki potensi alam besar masih tertinggal dalam pendidikan dan kesehatan. Potensi daerah harus kembali memberi manfaat kepada masyarakat. Itulah esensi pembangunan yang sebenarnya,” kata Ismet.

Ia berharap, rencana investasi tersebut tidak berhenti pada kepentingan ekonomi semata, tetapi juga mampu mendorong lahirnya pusat pertumbuhan baru di wilayah Nagan Raya. Jika dikelola secara terarah, Ismet optimistis Beutong Ateuh Banggalang dapat berkembang menjadi kawasan strategis yang memberi dampak luas bagi Aceh.

“Ke depan, saya yakin Beutong Ateuh Banggalang bisa jauh lebih maju. Daerah ini punya modal besar, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Tinggal bagaimana semua pihak mengelolanya secara bertanggung jawab,” ucapnya.

Ismet menambahkan, Karang Taruna Aceh siap mendukung setiap langkah pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan generasi muda. Namun, ia menegaskan dukungan itu harus berjalan seiring dengan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan keterlibatan masyarakat lokal.

“Bagi kami, investasi harus melahirkan harapan baru. Anak muda harus punya masa depan di kampungnya sendiri. Mereka harus mendapat ruang kerja, ruang belajar, dan ruang tumbuh. Kalau itu terwujud, maka investasi di Beutong Ateuh Banggalang akan menjadi contoh baik bagi daerah lain di Aceh,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI