Sabtu, 15 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, PM Jepang Takaichi: Tak Bisa Diterima

Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, PM Jepang Takaichi: Tak Bisa Diterima

Jum`at, 14 Agustus 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Dalam foto yang disebarluaskan oleh kantor berita negara Rusia, Sputnik, Presiden Rusia Vladimir Putin mencicipi kaviar saat mengunjungi pabrik pengolahan ikan Yasny di Pulau Iturup -- salah satu dari empat pulau dalam gugusan yang dipersengketakan, yang dikenal sebagai Kepulauan Kuril di Rusia dan Wilayah Utara di Jepang -- pada 13 Agustus 2026. [Foto: Gavriil Grigorov/AFP/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Tokyo - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengecam kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Iturup di Kepulauan Kuril, Kamis (14/8/2026). Tokyo menyebut kunjungan tersebut tidak dapat diterima karena Jepang mengklaim empat pulau di bagian selatan Kuril sebagai Wilayah Utara yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Jepang.

Takaichi mengatakan Jepang telah berulang kali meminta Rusia agar Putin tidak mengunjungi wilayah yang disengketakan tersebut. Kritik serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.

Putin mengunjungi Iturup untuk meninjau sejumlah fasilitas, termasuk kompleks pengolahan ikan, rumah sakit, dan sekolah, serta bertemu Gubernur Sakhalin Valery Limarenko. Di pulau itu Rusia juga mengoperasikan pangkalan militer strategis.

Kepulauan Kuril terletak di antara ujung selatan Semenanjung Kamchatka Rusia dan sudut timur laut Hokkaido, Jepang. Kepulauan vulkanik yang berpenduduk jarang ini memisahkan Laut Okhotsk dari Samudra Pasifik. Empat pulau paling selatan dari gugusan kepulauan tersebut dianeksasi oleh Uni Soviet saat melancarkan invasi ke wilayah Jepang menjelang akhir Perang Dunia II.

Sengketa Kepulauan Kuril telah berlangsung sejak akhir Perang Dunia II dan menjadi salah satu alasan Jepang dan Rusia belum menandatangani perjanjian damai secara resmi. 

Kunjungan Putin dinilai analis sebagai respons terhadap kebijakan pertahanan terbaru Jepang yang semakin menempatkan Rusia sebagai ancaman bagi Tokyo. [CNBC]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI