Beranda / Berita / Dunia / Rayakan Pengunduran Diri Morales, Warga Bolivia Turun ke Jalan

Rayakan Pengunduran Diri Morales, Warga Bolivia Turun ke Jalan

Senin, 11 November 2019 14:02 WIB

Font: Ukuran: - +

Warga Bolivia merayakan pengunduran diri Presiden Evo Morales (AP Photo/Juan Karita)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Warga Bolivia merayakan pengunduran diri Presiden Evo Morales di tengah unjuk rasa berkepanjangan soal sengketa pemilu. Dalam perayaannya, kerumunan warga tampak turun ke jalanan ibu kota La Paz.

Morales mengumumkan pengunduran diri mendadak pada Minggu (10/11) waktu setempat. Pengunduran diri itu diumumkan setelah militer dan kepolisian Bolivia mendesak Morales mundur.

Seperti dilansir AFP, Senin (11/11/2019), sejumlah warga dalam perayaannya melambaikan bendera nasional Bolivia yang berwarna merah, kuning dan hijau. Sekelompok orang berupaya menurunkan 'whipala' -- sebuah bendera motif kotak-kotak yang merepresentasikan budaya pribumi.

"Ini satu-satunya bendera saya," teriak seorang pemuda sembari melambaikan bendera nasional Bolivia.

Diketahui bahwa bendera 'whipala' merupakan simbol bagi kepemimpinan Morales yang berlangsung lama dan kontroversial, yakni nyaris selama 14 tahun. Morales sendiri merupakan pemimpin pribumi pertama yang terpilih secara demokratis di Bolivia.

"Idiot ini yang tidak tahu bagaimana berpikir, telah lengser. Hebat, kami senang," ucap seorang pedagang lokal berusia 61 tahun, Reggina Sojas.

Polisi menurunkan bendera 'whipala' dari gedung-gedung penting, termasuk Istana Legislatif, Mahkamah Pemilu dan Komando Polisi Umum. "Ini sungguh hebat bagi kami. Kami sangat, sangat senang, dan hidup demokrasi," ucap seorang bankir bernama Ricardo Revilla (37) kepada AFP.

Perayaan juga digelar di wilayah-wilayah lain seperti di wilayah Santa Cruz, yang berjarak 900 kilometer dari La Paz. "Tuhan membebaskan kita dari diktator," ucap seorang wanita setempat, merujuk pada sebutan demonstran untuk Morales beberapa waktu terakhir.

"Kami senang bahwa demokrasi kembali setelah begitu banyak tirani," ucap seorang pria muda Bolivia yang enggan menyebut namanya.

Diketahui bahwa aksi protes mencuat setelah Morales dinyatakan sebagai pemenang pemilu 20 Oktober lalu yang memberikannya periode keempat sebagai Presiden Bolivia. Rival-rival politik Morales menuduh hasil pemilu itu penuh kecurangan, dengan menyoroti adanya keganjilan dalam penghitungan suara.

Nasib Morales sudah jelas setelah militer dan polisi mendesaknya mundur pada Minggu (10/11) waktu setempat. Pada Jumat (8/11) lalu, sejumlah pejabat kepolisian setempat membelot dan mulai mendukung oposisi dalam unjuk rasa di jalanan.

"Kudeta telah dilaksanakan," ucap Wakil Presiden Bolivia, Alvaro Garcia Linera, yang mendampingi Morales saat menyampaikan pengunduran dirinya. Linera juga ikut mengundurkan diri. (Im/detik)

Keyword:


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda