Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Dunia / Trump Berminat Beli Greenland

Trump Berminat Beli Greenland

Minggu, 18 Agustus 2019 11:08 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemandangan pemukiman penduduk di Greenland. (Istockphoto/Elizabeth M. Ruggiero)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali menyampaikan minatnya membeli wilayah Greenland dari pemerintah Denmark. 

Namun pemerintah wilayah Greenland telah menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Mereka menyatakan, "Greenland tidak untuk dijual."

Melansir CNN pada Minggu (18/8), minat Trump membeli Greenland pertama kali dilaporkan pada Kamis oleh The Wall Street Journal. 

Trump dilaporkan telah menyampaikan keinginannya ini dalam sebuah pertemuan makan malam dan berkonsultasi dengan penasihatnya tentang kemungkinan dan keuntungan memiliki Greenland. 

Pendapat dari pihak penasihat pun terbagi dua, sebagian mengatakan bahwa keinginan membeli Greenland merupakan strategi ekonomi yang solid. Namun pendapat yang lain menilai keinginan itu hanya sesaat. 

Pihak yang keberatan menilai minat Trump itu belum jelas. Mereka juga mempertanyakan potensi militer dan penelitian ilmiah di Greenland. 

Dari laporan The Wall Street Journal itu menyebutkan bahwa minat Trump membeli Greenland berawal dari saran seorang rekan karena Denmark tengah menghadapi masalah keuangan. 

"Apa yang kalian pikirkan tentang itu? Apakah kamu pikir akan berhasil?" tanya Trump saat itu. 

Namun pertanyaan itu dianggap hanya lelucon alih-alih keinginan murni dari Trump. 

Salah seorang penduduk lokal desa Kulusuk, Greenland, Bent Abeelsen pun menyatakan bahwa keinginan Trump itu tidak akan terjadi. 

"Mereka mencoba membeli kami pada tahun 1867 selama perang dunia kedua, dan sekarang mereka mencoba lagi. Tidak akan terjadi," ucapnya. 

Desa Kulusuk adalah wilayah terpencil di Greenland yang ditinggali sekitar 280 orang. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pariwisata dan perikanan lokal. Namun belakangan angka pengangguran di wilayah tersebut cukup tinggi dan populasi penduduknya turun. 

Pendapat lain pun disampaikan penduduk Kulusuk yang enggan disebutkan namanya. "Saya pikir itu tawaran lucu, tapi siapa yang tahu? Awalnya tidak ada yang mengira dia (Trump) akan menang, kan? Jadi kita akan lihat," katanya.

Penduduk ini pun mempertimbangkan menjadi warga negara AS jika Greenland jadi dibeli oleh Trump. "Itu tergantung apa yang akan diberikan pada saya. Saya suka film dan musik AS. Saya tidak akan keberatan ada bioskop dan kolam renang di sini, beberapa infrastruktur akan bagus," tuturnya. 

Minat Trump untuk membeli Greenland diketahui bukan pertama kali. Presiden AS Harry Truman dilaporkan pernah mencoba membelinya pada tahun 1946, dan Menteri Luar Negeri AS Abraham Lincoln, William Seward, kembali mempertimbangkan gagasan itu pada tahun 1867

Wilayah itu dianggap penting karena AS memiliki pangkalan udara paling utara di Thule, Greenland yang dibangun pada tahun 1951. Pangkalan udara ini berperan penting karena memiliki Sistem Peringatan Dini Rudal Balistik.

Dalam akun Twitter Kementerian Luar Negeri Greenland menyebutkan bahwa wilayah itu kaya akan sumber daya alam yang berharga seperti mineral, air dan es paling murni, stok ikan, makanan laut, energi terbarukan, hingga wilayah perbatasan untuk pengalaman berwisata. 

Namun mereka menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dijual. 'Kami terbuka untuk bisnis, bukan untuk dijual'. (im/CNNIndonesia)

Editor :
Im Dalisah

Komentar Anda