Senin, 19 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Ukraina Serang Rusia dengan 1.015 Drone, Terminal Minyak St. Petersburg Terbakar

Ukraina Serang Rusia dengan 1.015 Drone, Terminal Minyak St. Petersburg Terbakar

Minggu, 18 Oktober 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Asap membubung di atas kota menyusul serangan udara terhadap terminal minyak di Saint Petersburg pada 18 Oktober 2026, di tengah konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.[Foto: Stringer/AFP via Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Kyiv - Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran ke sejumlah wilayah Rusia, termasuk Moskow dan St. Petersburg, pada akhir pekan. Serangan tersebut dilaporkan menyasar terminal minyak, pusat data, gudang industri, hingga infrastruktur kelistrikan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh sekitar 1.015 drone di sekitar Moskow dan sejumlah wilayah barat Rusia. Serangan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak perang Rusia-Ukraina berlangsung.

Gubernur St. Petersburg Alexander Beglov mengonfirmasi kebakaran di terminal minyak St. Petersburg, depot minyak Ruchyi, serta gudang industri di Distrik Kolpinsky. Ia menyebut satu orang tewas dan lima lainnya terluka. Sejumlah apartemen dan rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di wilayah Leningrad, Gubernur Alexander Drozdenko mengatakan dua gardu transformator di Yanino turut diserang. Insiden tersebut menyebabkan sekitar 20.000 orang kehilangan pasokan listrik pada Minggu (18/10/2026) pagi.

Serangan Energi Berlanjut di Tengah Tekanan Trump

Serangan terhadap fasilitas minyak Rusia terjadi di tengah dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Moskow dan Kyiv menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.

Ukraina sebelumnya disebut sempat menahan serangan terhadap kilang minyak Rusia setelah muncul usulan gencatan senjata energi. Namun, Kyiv menilai Rusia tidak menunjukkan langkah timbal balik dengan menghentikan serangan terhadap infrastruktur Ukraina.

Tekanan terhadap Kyiv juga meningkat setelah Trump membatalkan paket sanksi baru terhadap Rusia yang sebelumnya telah disahkan Kongres AS. Paket tersebut dirancang untuk memperluas sanksi terhadap industri minyak dan gas Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkritik langkah tersebut karena dinilai dapat mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin melanjutkan perang. Zelenskyy juga memperingatkan bahwa pelonggaran sanksi berpotensi menjadi awal dari kebijakan yang lebih menguntungkan Moskow.

Rusia Terus Serang Infrastruktur Energi Ukraina

Di sisi lain, Ukraina menuduh Rusia terus menyerang infrastruktur energi meskipun terdapat pembicaraan mengenai gencatan senjata.

Zelenskyy mengatakan Rusia melancarkan sedikitnya 76 serangan terhadap infrastruktur energi serta fasilitas minyak dan gas Ukraina selama sepekan terakhir. Serangan juga menyasar gardu listrik di empat wilayah, termasuk Odesa.

Menurut Zelenskyy, serangan Rusia sepanjang malam menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai belasan lainnya. Puluhan ribu keluarga juga masih mengalami gangguan pasokan listrik.

Ia menambahkan, Rusia telah melancarkan hampir 2.700 drone serang, 1.700 bom udara, dan 66 rudal ke Ukraina selama sepekan terakhir. Sebagian besar rudal yang digunakan disebut merupakan rudal balistik.

Zelenskyy mendesak Amerika Serikat melihat bahwa Rusia belum menunjukkan langkah timbal balik untuk meredakan konflik, meskipun terdapat pembicaraan mengenai gencatan senjata dan pelonggaran sanksi. [abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI