Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Awal Tahun 2026, Harga Cabai Naik dan Minyak Goreng Turun di Pasar Al Mahirah

Awal Tahun 2026, Harga Cabai Naik dan Minyak Goreng Turun di Pasar Al Mahirah

Jum`at, 09 Januari 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Pasar Al Mahirah Banda Aceh. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat di Kota Banda Aceh pada awal Januari 2026 sebagian besar tercatat relatif stabil, meski sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan dan penurunan harga.

Pantauan media dialeksis.com, Jumat, 9 Januari 2026, di Pasar Al Mahirah, salah satu pasar utama di Kota Banda Aceh, menunjukkan bahwa kenaikan harga paling signifikan terjadi pada kelompok cabai. Cabai merah keriting mengalami lonjakan cukup tajam, dari sebelumnya Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

“Untuk cabai memang terasa sekali naiknya sejak awal Januari. Cabai merah keriting sekarang sudah Rp30 ribu per kilo, padahal pekan lalu masih Rp20 ribu,” kata Zainal, salah seorang pedagang di Pasar Al Mahirah, Banda Aceh kepada media dialeksis.com. 

Selain cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan cabai rawit merah juga mengalami kenaikan harga. Kedua jenis cabai tersebut kini dijual seharga Rp45 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas sayur-mayur. Buncis, misalnya, tercatat mengalami kenaikan hingga 25 persen, dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Menurut Zainal, kenaikan harga sayuran dipengaruhi oleh pasokan dari daerah sentra produksi yang mulai berkurang akibat cuaca dan dampak banjir di Aceh November 2025 lalu.

“Kalau sayur seperti buncis, pasokannya agak berkurang. Cuaca juga berpengaruh, jadi harganya ikut naik,” ujarnya.

Di sisi lain, tidak semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Minyak goreng justru menunjukkan tren penurunan. Harga minyak goreng yang biasanya berada di kisaran Rp22 ribu per liter, kini turun menjadi Rp20 ribu per liter.

“Harga minyak sekarang turun. Biasanya Rp22 ribu per liter, sekarang sudah bisa Rp20 ribu,” kata Zainal.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras. Beras medium naik sekitar lima persen, dari Rp14 ribu menjadi Rp14.700 per kilogram. Sementara itu, beras premium naik 1,88 persen, dari Rp16 ribu menjadi Rp16.300 per kilogram.

Namun, harga beras medium SPHP yang disalurkan oleh Bulog masih terpantau stabil di angka Rp13.100 per kilogram. Keberadaan beras SPHP dinilai masih cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau. Sementara itu, daging ayam Rp34 ribu per kilogram. Harga telur ayam ras Rp1.850 per butir.

Zainal menilai harga pada awal tahun masih tergolong wajar dan belum terlalu memberatkan masyarakat. Meski demikian, ia berharap pemerintah terus memantau ketersediaan pasokan dan distribusi bahan pangan agar lonjakan harga, khususnya cabai, tidak terus berlanjut.

“Awal tahun memang biasanya harga naik turun. Harapan kami, pasokan lancar supaya harga bisa stabil dan pembeli juga tidak terlalu terbebani,” tutupnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI