DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sektor kerajinan dan dekorasi rumah melalui pembukaan akses pasar internasional. Salah satunya dengan memfasilitasi pelaku IKM mengikuti pameran dagang global agar peluang ekspor semakin luas.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pameran internasional menjadi ajang penting bagi produk IKM Indonesia untuk menunjukkan kualitasnya di pasar global.
“Akses pameran internasional menjadi kesempatan besar dan ajang pembuktian bagi IKM dan juga Indonesia di dunia internasional bahwa produknya sejajar dan bahkan mampu bersaing dengan produk luar negeri lainnya,” ujar Agus dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, partisipasi dalam pameran internasional tidak hanya membuka peluang bertemu dengan calon pembeli (buyer), tetapi juga dapat menghasilkan kerja sama bisnis berkelanjutan. Agus menilai buyer dari Eropa umumnya memiliki standar tinggi, mulai dari kualitas produk hingga asal bahan baku dan tanggung jawab sosial produsen.
Salah satu contoh keberhasilan program tersebut datang dari PT Indo Risakti, IKM kerajinan dan home decor asal Bantul, Yogyakarta. Perusahaan ini berhasil mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris dengan nilai total mencapai USD 108 ribu atau sekitar Rp 1,83 miliar sepanjang Januari hingga April 2026.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan capaian tersebut menunjukkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global semakin kuat.
“Ini membuktikan bahwa produk kerajinan Indonesia betul-betul berkualitas dan berdaya saing kuat di pasar global, sehingga buyer yakin untuk melakukan pembelian ulang (repeat order),” ujarnya.
PT Indo Risakti sendiri memproduksi berbagai dekorasi rumah seperti keranjang, kotak hias, dekorasi dinding hingga cermin dengan bahan alami ramah lingkungan seperti enceng gondok, pandan laut, mendong, batang pisang, dan akar kayu. Produk tersebut dibuat bersama para perajin lokal di sekitar Yogyakarta dan kini telah menembus pasar Eropa, Timur Tengah hingga Amerika Serikat. [red]