Selasa, 18 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Ekspor Tembus Miliaran Dolar, Kemenperin Genjot IKM Fesyen dan Kriya Lewat CBI

Ekspor Tembus Miliaran Dolar, Kemenperin Genjot IKM Fesyen dan Kriya Lewat CBI

Selasa, 18 Agustus 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melihat produk IKM kriya. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya agar naik kelas, memperluas pasar, dan masuk ke rantai pasok industri yang lebih besar. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program Creative Business Incubator (CBI).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pelaku IKM tak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Mereka juga perlu memiliki strategi bisnis, memahami kebutuhan konsumen, serta membangun identitas dan keunikan produk.

“Kami terus memantau dan memastikan agar para wirausaha muda dan IKM sektor fesyen dan kriya bisa lebih berani, produktif, dan naik kelas dengan memiliki strategi bisnis yang tepat, terukur, dan terus dievaluasi,” kata Agus, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, prospek industri fesyen dan kriya cukup menjanjikan. Pertumbuhan sektor tersebut meningkat dari 2,43% pada 2024 menjadi 4,93% pada 2025.

Kinerja ekspornya juga mencatat hasil positif. Pada Januari-April 2026, ekspor industri kriya mencapai US$228 juta. Sementara ekspor pakaian jadi mencapai US$2,78 miliar dan tekstil US$1,04 miliar.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, CBI dirancang sebagai program pendampingan bisnis berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan. Peserta mendapat materi manajemen strategi, operasi, hukum bisnis, dan keuangan dengan pendampingan akademisi serta praktisi.

Pada CBI 2026, sebanyak 20 peserta mengikuti kelas daring selama 14 hari. Dari proses kurasi, delapan peserta akan mengikuti kelas tatap muka di Bali.

Lulusan CBI selanjutnya menjadi mitra binaan Kemenperin dan berkesempatan mengikuti pameran, business pitching, serta membangun koneksi dengan mitra ritel, investor, dan sumber pendanaan.

Sejak 2018, program ini telah melahirkan sejumlah pelaku usaha yang meningkatkan kapasitas produksi dan omzet. Beberapa alumni bahkan berhasil masuk ke rantai pasok industri besar.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya menilai kemampuan membaca kebutuhan konsumen dan menciptakan nilai unik menjadi kunci menghadapi persaingan industri fesyen dan kriya yang semakin ketat.

Pendaftaran CBI 2026 sendiri sudah ditutup pada 17 Agustus 2026. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai